| Senin, 14 Mei 2007 | PANTURA |
Penyebab Muntaber Masih DitelitiBUMIAYU - Kepala Puskesmas Bantarkawung, Brebes, dokter Apriyono EP menyatakan wabah muntaber yang menyerang belasan warga Desa Legok, mereda. Hingga Sabtu (12/5) siang belum ditemukan kasus baru. Kasus muntaber terakhir terjadi Senin (8/5) menimpa Ruhedi dan Adis. Namun, karena masih ringan keduanya diperbolehkan pulang setelah menjalani pengobatan. "Sampai sekarang belum ditemukan kasus baru. Namun demikian, kita terus memantau lokasi,"katanya, kemarin. Seperti diberitakan Suara Merdeka (9/5), dua warga Bojongneros Desa Legok meninggal dan belasan lain dirawat akibat muntaber. Mereka yang meninggal, Ny Warid (60) 6 Mei lalu dan satu hari kemudian Maryono (55). Atas kejadian itu, pihak Puskesmas menetapkan wabah muntaber sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Menyinggung tentang penyebab penyakit muntaber itu, pihak puskesmas bekerja sama dengan Tim Dinas Kesehatan Kabupaten terus menelusuri. Sejauh ini, sejumlah sampel yang ditengarai bisa mengungkap penyebab serangan muntaber masih diteliti di laboratorium. "Sejumlah air yang biasa dipakai warga setempat untuk mandi, mencuci, dan minum serta makanan sedang diteliti di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jateng," jelas Apriyono. Selain dugaan konsumsi air dan makanan yang tidak sehat, Apriyono menyebut ada dua faktor lain yang menyebabkan terjadinya wabah muntaber di Desa Legok. Yakni, sanitasi lingkungan yang kotor dan perilaku penduduk yang tidak sehat. Kaporitisasi Untuk mencegah kembalinya serangan muntaber, pihaknya terus melakukan penyuluhan kesehatan kepada warga dan membagikan oralit. Senin ini (14/5), pihaknya juga berencana melakukan kaporitisasi terhadap sumber air dan tempat penyimpanan air minum warga. Tujuannya adalah untuk memutus mata rantai penyebaran muntaber. Camat Bantarkawung HM Dahudin SH MH mengimbau para kepala desa untuk waspada dan menjaga kebersihan lingkungan. " Lingkungan kotor serta makanan dan minuman yang tercemar merupakan penyebab utama penyakit muntaber," kata dia. Ditambahkan, penyakit muntaber sebenarnya penyakit yang gampang menular dan gampang pengobatannya sepanjang tidak terlambat penanganannya. "Kalau sudah merasakan gejala muntaber, segera periksa ke Puskesmas," imbaunya kepada warga. (tg-61) |