logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Mei 2007 PANTURA
Line

Bayi Umur 11 Bulan Derita Gizi Buruk

KAJEN- Maeni, bayi berumur 11 bulan, putra ke tiga dari pasangan Ratih (30) dan Tasto (35), warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan menderita gizi buruk. Kondisinya memprihatinkan. Tubuh bayi kurus dibanding bayi seusianya. Kulit, terutama pada dua kaki, tampak keriput dan perut membuncit.

Bayi berjenis kelamin perempuan itu didiagnosa dokter RSUD Kraton positif menderita gizi buruk. Direktur RSUD Kraton, dokter Pradipto Lunggono Sp THT melalui Wakil Direktur dokter Warsito SpA ketika memantau kondisi Maeni di Ruang Mawar, Jumat (11/5) mengatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan gizi terhadap Maeni.

Untuk pemulihan, kata dia, dokter sudah memantau secara intensif. Ia juga menegaskan, pasien belum diperbolehkan meninggalkan rumah sakit. Meski, pasien sudah menjalani perawatan selama dua pekan. Gejala yang ditunjukkan, yakni kulit keriput dan perut membuncit. Warsito menjelaskan, penyakit gizi buruk yang diderita Maeni berjenis marasmus.

Prematur

Usai dirawat, kata dia, pihak RSUD juga meminta agar orang tua pasien, betul-betul memperhatikan gizi anaknya agar bisa terhindar dari penyakit serupa. " Pasien ini sekarang kita awasi terus, supaya cepat pulih dan gizinya membaik," jelasnya.Sedangkan, Ratih, orang tua pasien mengatakan, anaknya lahir prematur dengan berat 1,5 kilogram. Sejak lahir juga sering sakit-sakitan. "Sering diare dan sariawan," ujar Ratih. Mengenai makanan yang dikonsumsi, ia mengatakan, bayinya sudah minum ASI sejak lahir.

Ia mengakui, asupan gizi bayi kurang karena tidak mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Sebab, terbentur dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu. Suaminya bekerja sebagai buruh serabutan dan anggota keluarga yang harus ditanggung lima orang. (H26-61)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA