logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Mei 2007 OLAHRAGA
Line

PSSI Jateng Gagas Merger Klub

SOLO- Ketua Umum PSSI Jateng, Sukawi Sutarip, melontarkan gagasan tentang perlunya didirikan sebuah klub sepak bola yang merupakan ''kumpulan'' dari tim-tim yang ada di provinsi ini. Pembentukan klub provinsi dinilai penting di tengah kemungkinan kesulitan dana yang bakal dihadapi oleh klub-klub mulai tahun depan, seiring dengan diberlakukannya Permendagri Nomor 13/2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Menurut Sukawi, dengan adanya klub provinsi, biaya bisa dipikul bareng oleh seluruh pengurus cabang (Pengcab) PSSI kabupaten/kota. Pemprov Jateng juga diharapkan ikut mendanai klub tersebut. Pola semacam ini sudah dijalankan oleh Sumatera Selatan dengan yang membentuk Sriwijaya FC dan Bali terhadap Persegi Bali FC. Hasilnya terbukti efektif dari sisi finansial, karena APBD yang tersedot untuk pembiayaan klub jauh lebih kecil.

Sriwijaya FC saat ini didanai patungan oleh Pemprov Sumsel dan kota/kabupaten se provinsi tersebut. Klub itu semula bernama Persijatim Jakarta Timur dan berubah menjadi Sriwijaya FC setelah diakuisisi oleh Pemrov Sumsel. Sedangkan Persegi Bali FC merupakan ''merger'' klub-klub se-Bali.

''Ini sekaligus juga sebagai salah satu solusi untuk membentuk klub berkualitas,'' ujar Sukawi dalam dialog dengan Pengcab PSSI se-Surakarta di Hotel Riyadi Palace Solo, kemarin.

Permendagri No 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, salah satunya menjelaskan bahwa organisasi di luar pemerintah -termasuk klub sepak bola- tidak diperkenankan menerima hibah dana terus-menerus dari APBD, apalagi jika hibah tersebut dari tahun ke tahun angkanya semakin besar. Pelanggaran terhadap Permendagri itu dikategorikan sebagai penyalahgunaan keuangan daerah atau korupsi.

Sukawi juga mengemukakan, selain ditopang dana bersama, klub Jateng tersebut juga akan disuplai para pemain lokal berkualitas dari berbagai daerah. Tidak perlu lagi bergantung pada pemain impor.

''Untuk mendapatkan pemain berkualitas, kompetisi di tingkat lokal akan terus diputar. Tidak boleh berhenti. Dengan begitu, akan ada sinergi yang saling menguntungkan,'' tambah Wali Kota Semarang itu. (G8-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA