| Senin, 14 Mei 2007 | OLAHRAGA |
Kendal Bangkit
MENCERMATI kegiatan olahraga Kedungsapur (Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga, dan Purwodadi) dalam setengah tahun terakhir, ada yang menarik dari Kendal. Paling tidak dalam hal semangat yang muncul ke permukaan. Mulai dari perbaikan dalam tubuh KONI, kemudian catatan-catatan prestasi yang diperlihatkannya di beberapa cabang, dan juga kiprah pelaku olahraganya. Misalnya, di cabang sepak bola, daerah penghasil krupuk kulit ini ikut memberi warna, baik di tingkat Jateng maupun nasional. Di tingkat Jateng, mereka memberi geliat dalam Liga Remaja Piala Suratin, sementara untuk nasional, kesebelasan Kendal ikut pula meramaikan kancah kompetisi Divisi II. Kemudian di cabang bola voli, sejak awal daerah ini tercatat sebagai salah satu basis kegiatan (event) dan pembinaan, di luar Kota Semarang dan Purwodadi. Adalah Hasanudin sebagai penggerak perbolavolian di sana. Dari hasil Popda Kabupaten beberapa waktu lalu, PBVSI setempat merekrut sekitar 80 pemain yang akan dibina secara khusus. Memang, bibit pemain itu belum tentu bisa jadi 100 persen. Tetapi, pengurus PBVSI Kendal optimistis, dari mereka yang umumnya masih pelajar SMP dan SMA itu, akan berhasil dibentuk sebuah tim bola voli putra dan putri yang tangguh. Pembinaan dilakukan terpusat dan terprogram untuk membangun tim yang padu. Tinju Cabang lain yang memperlihatkan perkembangan bagus adalah tinju, bahkan Kendal bukan hanya serius dalam tinju amatir, namun juga di ring profesional. Demikian pula cabang biliar yang punya banyak bibit. Direncanakan, dalam proses pembinaannya akan diadakan turnamen biliar secara runtin. Ini untuk menggali potensi yang masih terpendam selama ini. Pekan lalu, ada lagi kejutan yang dilakukan Kendal, saat perlangsung multi event pelajar SMA, yakni Popda. Tanpa dinyana, para siswanya mampu menjungkirbalikkan keadaan ketika para atletnya di cabang atletik menjadi juara umum. Prestasinya meninggalkan tiga daerah di Jateng yang selalu disebut sebagai basis pembinaan atletik, yakni Salatiga. Kendal merebut 7 emas, 2 perak dan 4 perunggu. Kota Salatiga hanya kebagian 2-1-1. Adalah Zen Jukri, mantan sprinter nasional yang menjadi arsitek pembinaan atletik di Kendal. Sentuhan ilmunya memperlihatkan hasil yang membanggakan. Sebut saja nama Alfian Ragil. Sprinter muda itu mampu merebut dua emas dari nomor 100 dan 200 meter. Alfian mencatat waktu 11,45 detik di nomor 100 meter. Jauh dibanding Sapto dari Purbalingga dan Puji Asmanto dari Kabupaten Magelang, juara kedua dan tiga, yang mencatat waktu 11,63 dan 12,12 detik. Adakah ini pertanda kebangkitan olahraga Kendal? Kalau melihat semangat pelaku olahraganya, tampaknya memang ya. Kini tinggal bagaimana dukungan masyarakat dan Pemkab untuk memberi infus kepada para pembina, pelatih maupun atlet dalam rangka mencapai prestasi optimal. (18) |