logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Mei 2007 MURIA
Line

Tolak PLTN, Semua Cara Ditempuh

KUDUS - Semua jalur akan dicoba untuk menolak rencana pembangunan PLTN di Semenanjung Muria. Hal itu mencuat pada diskusi tentang PLTN di sekretariat Masyarakat Reksa Bumi (Marem), Sabtu (12/5) malam lalu.

Salah satu anggota Komnas HAM M Farid bahkan menyodorkan rencana peradilan semu. "Saya pikir jalur itu patut dicoba untuk mengetahui sejauh mana rencana pembangunan PLTN kuat secara hukum," jelasnya.

Salah satu anggota KPU Provinsi Jateng Hasyim Asíasri juga mengamini. "Kalau saya, semua jalur temasuk jalur hukum, apa salahnya untuk dicoba," katanya.

Dia mengaku khawatir rencana itu bisa berjalan mulus karena belum banyak masyarakat yang bergerak memperbincangkannya atau bahkan melakukan aksi penolakan.

Selain mereka bedua, tampak hadir pula anggota Perguruan Rakyat Merdeka (PRM) Warsito dan Mira Diarsi. Warsito membeberkan pengalamannya selama berada di Jerman. Dia menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat Jerman bisa tetap maju meski tanpa nuklir.

"Setelah beberapa PLTN di Jerman ditutup, mereka mengembangkan apa yang disebut teknologi ramah lingkungan," jelasnya.

Keberhasilan dalam teknologi itulah yang akhirnya membawa Jerman pada babak baru. Sekarang negara tersebut telah menjadi salah satu ikon dalam hal teknologi ramah lingkungan.

Marem sendiri kini menjadi salah satu organisasi yang getol menolak pembangunan PLTN. Sekretaris Marem Suparmin Keceng menjelaskan, organisasinya akan berusaha menyediakan informasi seluas-luasnya mengenai PLTN. "Ada banyak informasi yang belum tersampaikan pada masyarakat," jelas Keceng. Terutama mengenai kerugian yang bisa timbul ketika reaktor itu bocor. (H35-54)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA