| Senin, 14 Mei 2007 | EKONOMI |
Pasar Motor Bekas Surut 40 %SEMARANG-Menjamurnya produk motor baru dengan kemudahan fasilitas pembiayaan berbagai perusahaan leasing, ternyata cukup berpengaruh pada pasar motor bekas. Tidak seperti tahun lalu, bisnis penjualan motor bekas hingga Mei ini cenderung merosot 30 hingga 40 persen. Kecenderungan penurunan ini, biasanya memang terjadi mulai awal tahun hingga pertengahan tahun nanti. "Pada bulan-bulan sekarang, orang tua biasanya mulai menghemat pengeluaran untuk pendaftaran sekolah anaknya,'' kata Drs Sukiyan, Kepala Cabang Bedagan Motor di Jalan Thamrin Semarang. Dijelaskan, kondisi pasar akan berubah saat panen raya tiba. Tidak lama setelah tahun ajaran baru, biasanya orang tua akan membelikan sepeda motor bagi anaknya. Namun dibandingkan 2006 lalu, pasar motor bekas memang cenderung menurun. Bila sesudah pertengahan tahun seluruh cabangnya mampu menjual rata-rata 1.000 unit motor bekas, kini hanya berkisar 700 hingga 800 unit saja. Padahal beberapa tahun lalu, paling tidak 200 unit motor bisa terjual hanya untuk satu toko saja. Syarat Mudah Hal serupa diungkapkan beberapa dealer lain di Kawasan Thamrin dan Jalan Majapahit. Kristina (25) dari Pangestu Motor menjelaskan, tahun lalu ia bisa menjual rata-rata 50-60 unit motor tiap bulannya, kini hanya berkisar 35 sampai 40 unit kendaraan. Mudahnya mendapatkan sepeda motor baru dengan syarat ringan, ditengarai menjadi salah satu penyebab merosotnya pasar motor bekas. Kini banyak ditawarkan down payment (DP) atau uang muka rendah dengan syarat lain yang terbilang mudah. Dengan uang muka Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta, motor baru bisa dibawa pulang. Meningkatnya permintaan kredit motor baru juga dibenarkan General Manager Yamaha Mataram Sakti, Wiwik Handoyo. Saat ini permintaan kredit dari berbagai wilayah di Jawa Tengah cukup besar mencapai 70 persen, sementara pembayaran dengan tunai hanya 30 persen saja. Pengamat ekonomi Nugroho SBM, Minggu (13/5) mengatakan, pasar sepeda motor baru dan bekas bersifat fluktuatif. Ada masa di mana permintaan naik, seperti saat panen raya atau hari raya. ''Segmen motor bekas memang berbeda. Keberadaan motor China dari sisi harga mengambil segmen pembeli sepeda motor bekas,'' katanya. Menurut dia, maraknya penawaran dari perusahaan leasing yang memberikan DP rendah, ternyata juga cukup berpengaruh pada pasar. Tak jarang kadang-kadang perusahaan leasing malah merugikan konsumennya. (J14-33) |