| Senin, 14 Mei 2007 | BANYUMAS |
Klinik VCT Sangat Dibutuhkan
CILACAP- Gerakan Nasional Anti-Narkotika (Granat) Kabupaten Cilacap menyatakan daerah itu saat ini sudah sangat membutuhkan klinik Voluntary Control and Test (VCT) bagi pengidap HIV/ AIDS. ''Jumlah pengidap HIV/ AIDS diperkirakan terus naik. Meski sudah direncanakan, klinik VCT hingga kini belum terealisasi,'' kata Nolly Sudrajat, Ketua Granat, kemarin. Sebenarnya, lanjut dua, ada ruang di RSUD Cilacap yang direncanakan untuk klinik itu. Namun belum ada dokter, psikolog, dan perawat khusus di situ. ''Saat ini jumlah pengidap HIV/AIDS di Cilacap cukup tinggi, yakni 30 orang. Itu yang terdata,'' tambahnya. Klinik VCT terdekat ada di RSUD Banyumas. Pengidap HIV/AIDS dari Cilacap terpaksa periksa dan konsultasi di rumah sakit itu. LP Narkoba Ia memperkirakan jumlah pengidap HIV/AIDS di Cilacap terus naik karena ada LP khusus narkoba di Pulau Nusakambangan. Para pemakai narkoba sangat rentan atas virus tersebut. ''Narapidananya kiriman dari berbagai kota sehingga kemungkinan pengidap di Cilacap meningkat sangat besar,'' jelasnya. Pendirian klinik VCT, lanjut dia, juga bisa menjadi tolok ukur kepedulian Pemkab Cilacap dalam menangani HIV/AIDS. Dalam kasus itu berlaku fenomena gunung es, yaitu jumlah pengidap yang terdeteksi lebih sedikit dari yang sebenarnya. Data Dinas Kesehatan Cilacap menunjukkan sampai Mei 2007 jumlah pengidap AIDS delapan orang dan HIV 29 orang. Dua dari delapan pengidap AIDS sudah meninggal dunia. (G21-27) |