logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 13 Mei 2007 SEMARANG
Line

Residivis Curanmor Asal Guntur Diringkus

SEMARANG- Khoiron (33) warga Dukuh Tebusan Desa Bogosari RT 4 RW 3, Kecamatan Guntur, Demak, ditangkap petugas Unit Resmob Polwiltabes Semarang, Jumat (11/5) malam. Residivis yang dua kali dipenjara karena kasus curanmor itu, diringkus saat asyik nonton musik dangdut di kampungnya.

Residivis yang badannya dipenuhi bertato itu, ditangkap lantaran terlibat beberapa aksi pencurian sepeda motor. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti Honda Grand rakitan tahun 1995 warna hitam tanpa dilengkapi nomor polisi.

Kapolwiltabes Semarang melalui Kasat Reskrim AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum menjelaskan, tersangka sudah lama menjadi incaran polisi karena merupakan pencuri sepeda motor kambuhan. Dari catatan di kepolisian, tersangka sedikitnya terlibat pencurian motor di tiga lokasi berbeda di wilayah Demak dan Semarang.

Bahkan pada pertengahan 2004, tersangka mencuri motor di Jakarta Timur. Makanya, begitu mendapat informasi berada di kampung halamannya, polisi tak menyia-nyiakan kesempatan. Dipimpin langsung Kanit Resmob Polwiltabes AKP Yahya R Lihu, polisi memburu tersangka dan berhasil meringkusnya saat nonton musik dangdut.

"Tersangka akan kami jerat Pasal tentang Pencurian. Kami masih melakukan pengembangan penyelidikan guna mengungkap sindikat curanmor lainnya," ungkap Agus Rohmat.

Pernah Dipenjara

Saat dimintai keterangan, tersangka Khoiron tak menyangkal sudah beberapa kali mencuri motor. Bahkan dia mengaku pernah mendekam di LP Demak selama delapan bulan. Tersangka juga pernah menjalani hukuman sembilan bulan di LP Cipinang karena kasus serupa. Khoiron kali terakhir mencuri sepeda motor Grand milik Muhamad Muhsin (45) warga Kampung Kebon Gaung RT 5 RW 2 Tegowanu, Grobogan.

Sepeda motor bebek yang di parkir di pinggir jalan itu, disikat tersangka saat korban mencangkul di sawah. Berbekal kunci T, tersangka hanya membutuhkan waktu sepuluh detik untuk membawanya kabur. Sepeda motor itu dijual di daerah Jepara seharga Rp 2,5 juta.

Menurutnya, uang itu habis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan foya-foya. "Saya mencuri seorang diri. Begitu dapat motor langsung saya jual," aku tersangka. (H21,apr,D12-56)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA