logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Mei 2007 NASIONAL
Line

Bea Cukai Indikasikan Calon Tersangka

  • Ekspor Kayu Ilegal

KAYU DIPINDAHKAN: Ribuan batang kayu ilegal yang disita Polda, kemarin, dipindahkan dari gudang CV Dutanda Borneo Mandiri Timber, Sayung, Demak ke halaman belakang Mapolwiltabes, Semarang, Kamis (10/5). (57)

SEMARANG- Beberapa orang diperiksa sebagai saksi kasus dugaan pemalsuan dokumen pemberitahuan ekspor barang (PEB) empat kontainer berisi kayu ilegal. Penyidik sipil Bea Cukai Kantor Pelayanan Tanjung Emas telah mengindikasikan nama-nama calon tersangka.

Kepala Bidang Penindakan dan Pencegahan (P2) Kanwil X Bea Cukai Jateng-DI Yogyakarta, Tahi Bonar Lumban Jaya, didampingi Kasi Penindakan, Cerah Bangun, Kamis (10/5), mengemukakan tiga pihak yakni eksportir, Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), dan perusahaan trucking telah dimintai keterangan.

''Untuk saat ini mereka kami mintai keterangan sebagai saksi. Namun posisi mereka bisa berubah setelah pemeriksaan nanti. Kami sudah menemukan siapa saja calon tersangka. Tetapi kami belum bisa mengungkapkan sekarang. Kami masih akan memeriksa beberapa orang lagi,'' kata Bonar kepada wartawan.

Penanganan teknis kasus itu, kata dia, dilakukan petugas P2 Kantor Pelayanan Bea Cukai Tanjung Emas.

Dia menegaskan, empat kontainer diduga melanggar UU Kepabeanan. Empat kontainer lainnya ditangani Polda Jateng karena diduga hasil pembalakan liar, melanggar UU Lingkungan Hidup atau KUHP.

Mereka yang terlibat akan dijerat pasal 103 UU Nomor 10/1995 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 17/2006 tentang Pidana Kepabeanan.

Ancamannya, lanjut ia, penjara minimal dua tahun dan maksimal delapan tahun. Dendanya minimal Rp 100 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

Seperti diberitakan, Petugas Bea Cukai menggagalkan ekspor delapan kontainer kayu ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Rabu (9/5).

Empat kontainer diamankan di Terminal Peti Kemas.

Empat kontainer lainnya, yang berada di luar wilayah Kepabeanan, diamankan aparat Polwiltabes Semarang di-back up Polda Jateng.

Diperiksa Polisi

Pelaku diduga telah memalsukan dokumen PEB yang disebutkan furniture. Kenyataannya, isi kontainer itu berupa kayu mentah yang akan diekspor ke Hongkong, Taiwan, dan Perancis. Setiap kontainer diperkirakan berisi kayu 14 m3 jenis Sonokeling dan Eboni yang dilindungi pemerintah.

Terpisah, polisi masih berupaya mencari titik terang keberadaan dan tempat tinggal S dan K, yang diduga sebagai pemilik kayu. Kapolwiltabes Semarang, Kombes Guritno Sigit Wiranto MBA melalui Kasat Reskrim AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum menegaskan, identitas mereka akan ditelusuri ke Pasuruan.

Tim gabungan juga masih meneliti dokumen yang diduga palsu tersebut. Selain itu, sejumlah lokasi yang digunakan sebagai tempat persinggahan trailer-trailer pengangkut kayu masih diidentifikasi.

''Dari penyelidikan sementara, kayu-kayu itu diduga dari Sulawesi, terutama jenis Eboni. Di Jawa tidak ada kayu jenis itu. Kami akan mendalami kasus itu, kenapa bisa berada di Semarang. Bisa saja, Semarang dijadikan tempat transit atau untuk menghindari pengawasan sebelum diekspor,'' ungkap Kapolwiltabes.

Petugas Unit Harda Polwiltabes Semarang telah memeriksa 10 orang yang diduga mengetahui munculnya PEB dan liku-liku jalur transportasinya. Untuk sementara, status mereka masih sebagai saksi.(G5,H21-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA