logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Mei 2007 RAGAM
Line

Brokoli, Sayuran Berkhasiat Obat

BROKOLI (Brassica oleracea var italica) dapat dimakan mentah, bisa juga diolah menjadi beragam hidangan lezat. Seperti sayuran lain, tumbuhan ini juga menyimpan kandungan lemak, protein, karbohidrat, serat, air, zat besi, kalsium, dan aneka vitamin (A, C, E, ribofalvin, nikotinamide). Tak heran jika ia juga termasuk kelompok tanaman obat.

Brokoli merupakan bunga dari sayuran sejenis kubis-kubisan. Sayuran ini merupakan kumpulan dari kuntum bunga yang membentuk gerombolan berupa kuntum. Brokoli termasuk sayuran yang tidak tahan cuaca panas. Karena itu, ia hanya cocok tumbuh di daerah sejuk (dataran tinggi).

Selain dimanfaatkan ibu rumah tangga sebagai bahan sayuran, atau dikonsumsi sebagai sayuran rebus, ternyata sayuran keriting dan berwarna hijau ini sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Selain bagus untuk regenerasi sel-sel, juga mampu mengusir sejumlah penyakit. Misalnya, membantu menurunkan risiko gangguan jantung, stroke, katarak, spina bifida (gangguan kelainan tulang belakang), serta membantu melawan anemia.

Cegah Kanker

Dalam uji proksimat, brokoli diketahui mengandung glukosinolates berkadar tinggi dan sulforafan. Unsur yang disebut terakhir diyakini sebagai satu-satunya obat penekan penyebaran kanker dalam tubuh.

Belum lama ini, para ilmuwan Ohio State University (AS) berhasil mengisolasi kandungan isothiocyanates aktif antikanker yang ada dalam brokoli. Uji coba di laboratorium menunjukkan bahan aktif yang terbentuk dari glukosionolates ini ketika dicerna menghambat pertumbuhan sel kanker.

Bahkan hasil riset Institut Penelitian Makanan (IRF) Inggris juga membuktikan, senyawa sulforafan dipercaya mampu menahan efek berkelanjutan dari kanker. Bila kita bisa memproduksi brokoli dengan kualitas tinggi, maka unsur kimia tersebut juga akan mempunyai kapasitas dan daya guna lebih besar.

Maka, mengkonsumsi brokoli dengan kadar sulforafan tinggi membuat para penderita kanker dapat meminimalkan potensi kesakitan. Biasakanlah keluarga Anda untuk mengkonsumsi brokoli, agar terhindari dari penyakit modern yang menakutkan tersebut.

Masyarakat Indonesia sebenarnya tidak mempunyai kendala ekonomi un-tuk mengonsumsi sayuran lebih ba-nyak.

Hanya kebiasaan atau bu-daya makan yang harus diperbaiki, sehingga sayuran menjadi menu sehari-hari bagi keluarga. (Dela, dari berbagai sumber-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA