| Senin, 07 Mei 2007 | RAGAM |
Mahkota Duri, Biota Laut yang EksotikDi sejumlah perairan dalam dan jernih seperti Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, keindahan panorama dasar laut gampang dijumpai. Salah satunya adalah Pulau Menjangan Kecil, yang masih perawan. Daerah ini belum banyak tercemar oleh polusi kimiawi maupun sampah padat. Keindahan panorama dasar laut itu bisa dinikmati dengan mata telanjang dari permukaan, atau dari atas perahu. Terumbu karangnya dikitari berbagai jenis ikan. Di antara terumbu karang yang tumbuh itu, terkadang dijumpai biota lain yang menambah keelokan dasar laut. Misalnya Acanthaster planci, atau bintang laut dari filum Echinodermata dan ordo Spinulosida. Dalam buku Biologi Laut, Ilmu Pengetahuan tentang Biota Laut (2001), Juwana Romimohtarto mengungkapkan biota berfamili Acanthasteridae itu mempunyai banyak lengan dengan jumlah beragam. Ada yang hanya memiliki sembilan batang, ada pula sampai 23 batang. Tetapi kebanyakan berjumlah 14-17 batang. Diameter terbesar biota itu mencapai 60 cm. Permukaan aboral ditutupi duri-duri, sehingga hewan ini dinamakan Mahkota Duri atau Duri Seribu. Spesimen ini mempunyai duri-duri kuat, dengan panjang rata-rata 2 cm. Kulit yang melapisi duri-duri itu mengandung bahan berbisa. Jika kita, dengan kaki telanjang, menginjaknya, pasti akan merasakan sangat kesakitan -bahkan sampai muntah-muntah. Warna tubuh bintang laut itu juga menarik. Pada umumnya, ujung duri biota itu kemerahan atau oranye, namun permukaan lengannya abu-abu kebiru-biruan. Jika berada di tengah karang hidup bersama biota lain, kita sulit untuk menemukannya. Sebab warna bulunya berbaur atau berbias dengan warna lingkungan sekitarnya. (Gupita Dara Guyub Swara Ovinta-32) |