| Senin, 07 Mei 2007 | PANTURA |
Lomba Rancang Desain TekstilKarya Harris Masuk 30 BesarPEKALONGAN - Harris Riadi, seniman batik asal Kota Pekalongan, berharap bisa keluar sebagai juara dalam lomba rancang desain tekstil memperebutkan Wastra Nusantara Award yang digelar Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah Jakarta. Dalam lomba tersebut, karyanya yang berjudul ''Pesona Bunga dari Kota Batik'' menjadi semifinalis. Desainnya yang bergambar bunga dengan perpaduan warna alami itu ternyata menarik perhatian tim juri. Terbukti, masuk 30 besar dari sekitar 600 peserta. ''Pengumuman peserta yang menjadi semifinalis dimuat di salah satu majalah terbitan Ibu Kota,'' ucap dia. Setelah lolos babak pendahuluan, panitia meminta para semifinalis menuangkan karya ke sebuah kain. Paling lambat, ujar dia, pengiriman karya tersebut Minggu (20/5) dan 15 finalis akan diumumkan sekitar sepekan kemudian. Matangkan Persiapan Harris kini tengah mematangkan persiapan. Antara lain menggambar kembali desain yang diikutkan dalam lomba itu ke sebuah kain. Gambar tersebut nantinya diberi warna alami yang bahan bakunya menggunakan tumbuh-tumbuhan, seperti temu lawak, temu ireng, dan jelawe. ''Mungkin, hanya saya yang membuat batik memakai warna alami,'' tandasnya. Teknik pembuatannya, setelah kain dipenuhi gambar batik bermotif bunga, direndam memakai air laut yang kadar garamnya sangat pekat. Selanjutnya dibilas memakai air biasa, lalu diproses hingga menghasilkan kain batik yang sangat bagus. Mengapa warna alami? Ayah satu anak itu mengungkapkan, warna tersebut pernah dipakai pada pembatik abad XVIII. Karena kini jarang dipakai, dia ingin membudayakan kembali. (H4-29) |