| Senin, 07 Mei 2007 | PANTURA |
Ghautsun Dinilai Cari Sensasi
TEGAL- Mundurnya HA Ghautsun SSos dari anggota dan ketua DPRD ternyata menimbulkan pro dan kontra bagi PAC, pengurus ranting dan DPC PKB Kota Tegal. Hal itu terungkap saat dilaksanakan rapat partai di Kantor DPC, Sabtu malam (5/5). Sejumlah pengurus ranting dan PAC menilai keputusan Ghautsun hanya untuk mencari sensasi tanpa terlebih dulu mempertimbangkan tanggung jawab yang harus dia emban. Karena itu mereka sangat menyayangkan. "Kami berharap langkah yang diambil bukan hanya untuk mencari sensasi saja. Kalau hal itu benar tentu kami akan menentang," tegas Ketua PAC Tegal Timur Fadholi dan Pengurus Ranting Kelurahan Kraton, Hasyim Ashari dan Bahrudin. Menurut mereka, tindakan tersebut dapat menimbulkan polemik di tubuh partai maupun masyarakat. Karena itu Ghautsun diminta untuk mempertimbangkan. "Agar persoalan bisa diselesaikan dengan baik, seluruh pengurus, kader, dan simpatisan harus dapat menyikapi soal Ghautsun secara dewasa. Yang jelas, kami minta Ghautsun tetap konsisten memajukan partai," kata Fadholi. Pengurus Perempuan PKB, Eli, juga menyayangkan dan prihatin atas mundurnya Ghautsun. Sebab, selama ini dia menilai berbagai langkah/ kebijakan yang dilakukan Ghautsun bersama istrinya mampu memajukan partai. "Kalau memang tetap memutuskan mundur kami berharap mereka tetap aktif membimbing kami," katanya. Memahami Ketua Dewan Syuro, Syamsudin Dahlan, mengaku memahami alasan keputusan mundurnya Ghautsun. Dia berharap bisa membawa ke arah yang lebih baik dan kemajuan partai. Ghautsun membantah kalau pengunduran dirinya hanya untuk mencari sensasi saja. Menurut dia, hal itu dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah dan pengorbanan demi memajukan partai. "Saya berharap dengan langkah ini juga bisa digunakan untuk promosi PKB dalam Pemilu 2009," katanya. Sementara anggota DPR dari PKB, Bahrudin Nasyori, yang datang dalam pertemuan tersebut mengatakan terkait mundurnya Ghautsun dari anggota maupun ketua DPRD banyak yang simpatik dan mencerca yang disampaikan ke ponselnya. Mereka sebagian besar menilai hal itu dilakukan karena takut diperiksa masalah keuangan. Meski demikian, Bahrudin mengaku tetap mendukung keputusan yang diambil adiknya itu. Sebab, di saat orang banyak yang berebut jabatan justru Ghautsun berani meletakkan jabatan dalam rangka meluruskan aturan-aturan pemerintah yang dinilai tidak konsisten. "Dengan kejadian ini saya akan mengusulkan dan memanggil Mendagri untuk meminta kejelasan terkait produk-produk aturan yang selama ini tidak jelas, seperti revisi PP 37," tandasnya. (H17-29) |