| Senin, 07 Mei 2007 | NASIONAL |
Sekarang Pilpres, Megawati yang Menang
SEMARANG- Hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) per April 2007 menunjukkan Megawati Soekarnoputri memperoleh dukungan terbesar dari rakyat Indonesia untuk menjadi Presiden RI. Karena itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Pramono Anung mengatakan, kalau pemilihan presiden (pilpres) digelar sekarang, Megawati yang juga Ketua Umum PDI-P bakal terpilih. ''Sesuai hasil survei LSI, Presiden SBY memperoleh dukungan 38,9 persen, sedangkan 49,3 persen calon lain yang tidak lain adalah Megawati Soekarnoputri,'' katanya saat menyampaikan pidato politik di hadapan ribuan kader PDI-P pada acara Apel Siaga PAC PDI-P se-Jateng di GOR Jatidiri Semarang, Minggu (6/5). Dia menyebutkan, survei LSI saat itu masih menyisakan sekitar 30 persen dari pemilih yang belum memutuskan pilihan partai. Namun sekitar 28 persen dari mereka cenderung memilih PDI-P, Golkar 21 persen, dan Demokrat 15 persen. Dia mengemukakan, partainya memiliki modal meyakinkan untuk memenangi Pemilu dan Pemilihan Presiden 2009. Dari berbagai variabel yang meliputi pemilih berdasarkan lokasi, usia, agama, maupun profesi, partai banteng dalam lingkaran itu memperoleh dukungan meyakinkan. ''Pemetaan politik tidak bisa lagi berdasarkan asumsi, seperti jika dan kalau. Namun harus berdasarkan riset lapangan. Survei yang dilakukan LSI pada April lalu menunjukkan PDI-P memiliki dukungan meyakinkan,'' ujar dia. ''Namun survei itu dilakukan April lalu, padahal Pemilu dan Pilpres 2009 masih dua tahun lagi, sehingga kader dan pengurus partai harus bekerja ekstrakeras untuk mewujudkan kemenangan tersebut,'' tutur dia. Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Jateng Murdoko dalam pidato politiknya mengatakan, pada Juni 2007, seluruh 35 DPC PDI-P Jateng akan menghadap Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk meminta kesediannya maju menjadi calon presiden. Berdasarkan Rakernas PDI-P di Bali beberapa waktu lalu, kader-kader memang meminta Megawati bertarung dalam Pilpres 2009. Namun sejauh ini mantan Presiden RI itu belum memberi jawaban. (G17-60) | ||||