| Senin, 07 Mei 2007 | NASIONAL |
Kampanye Cuci Tangan Pakai SabunBANDUNG- Mencuci tangan merupakan persoalan sepele, tapi dampak yang ditimbulkannya tidak bisa dianggap main-main. Dari hal yang terkesan remeh itu bisa menyebabkan beragam penyakit seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) atau diare, terutama pada bayi dan balita. Karena itu, gerakan cuci tangan pakai sabun dikampanyekan. Di halaman Gedung Sate Bandung, kemarin kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 1.184 anak bersama orang tuanya. Cuci tangan dengan sabun dianggap sebagai salah satu cara efektif mencegah infeksi karena bisa melepas kuman penyebab infeksi. "Cuci tangan tergolong sederhana dilakukan. Kegiatan ini sesungguhnya merupakan investasi kalau dilakukan saat-saat penting," tandas staf ahli Menko Kesra, Doddy Budiatman usai kegiatan itu. Saat-saat penting tersebut adalah sebelum makan dan menyiapkan makanan, sesudah buang air besar, serta sebelum memegang bayi dan setelah menceboki anak. Untuk itu, target kampanye yang paling utama adalah anak usia SD bersama ibunya di samping para tokoh masyarakat. WHO, badan kesehatan dunia, mencatat, terdapat hampir 2 juta anak per tahun di dunia yang meninggal, kebanyakan disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Khusus diare, berdasarkan hasil studi, intervensi promosi cuci tangan pakai sabun bisa menurunkan kejadian sampai 47 persen. (dwi-60) |