| Senin, 07 Mei 2007 | NASIONAL |
Tanggul Utama yang Jebol Belum DitutupSIDOARJO- Bukan hal mudah menutup jebolnya tanggul utama di pusat semburan lumpur PT Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo. Tanggul yang jebol sejak Sabtu (5/5) hingga kemarin belum juga ditutup. Penyebabnya, mobilitas truk pengangkut pasir dan batu tak bisa lancar karena kemacetan di jalan raya Porong. Selain itu, dari 6 unit alat berat, 4 di antaranya rusak, sehingga tak bisa dioperasikan. Faktor lainnya, kemungkinan terjadinya penurunan tanah karena proses alamiah semburan lumpur panas. Deputi Bidang Operasional Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), Sofian Hadi ketika dihubungi wartawan, menyatakan,kendala untuk menutup tanggul yang jebol adalah kurangnya alat berat. "Selama ini kita hanya mempergunakan 2 alat berat dari 6 alat," katanya. Tanggul utama yang jebol di titik 45 sepanjang 6 meter itu terus mengalirkan material air dan lumpur panas ke utara memenuhi kolam lumpur di Desa Kedungbendo dan Desa Siring. Akibatnya kolam lumpur di Kedungbendo penuh dan lumpur meluap hingga ke Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. Meski demikian luapan lumpur belum memenuhi Desa Ketapang terutama di RT 7, RW 2 yang sudah ditinggal penghuninya sejak 2 bulan lalu. Sofian mengemukakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua BPLS dan Dewan Pengarah untuk mengatasi masalah ini. Kenyataannya, hingga sekarang belum ada pemecahan berarti tentang alat berat ini. "Kita terus upayakan penutupan tanggul yang jebol. BPLS akan terus menekan kontraktor untuk segera menyelesaikan jebolnya tanggul itu," tegasnya.(G14-60) |