| Senin, 07 Mei 2007 | NASIONAL |
Pembangunan Infrastruktur Asia Percepat Pertumbuhan EkonomiKYOTO- Indonesia menekankan pentingnya Asian Development Bank (ADB) mendorong pembangunan infrastruktur di kawasan Asia. Dengan demikian, dapat membantu percepatan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan itu pada akhirnya berujung pada penciptaan kesejahteraan ekonomi dan sosial yang sejajar. Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang juga gubernur Indonesia untuk ADB, dalam pembukaan sidang ke-40 Dewan Gubernur ADB di Kyoto, Minggu (6/5). "Menghadapi dekade selanjutnya, ADB tidak boleh kehilangan pandangan yang berfokus pada pembangunan. Melalui komitmen inilah dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur kawasan," ujarnya yang tampil sebagai pembicara pertama. Sidang Dewan Gubernur ADB sebelumnya dibuka oleh Menteri Keuangan Jepang, Koji Omi dan Presiden ADB Haruhiko Kuroda. Komitmen tersebut, ujar mantan direktur eksekutif IMF itu, mampu meningkatkan upaya-upaya untuk membangun infrastruktur di kawasan dan mendukung percepatan kegiatan-kegiatan yang bertujuan mengurangi kemiskinan. Meneruskan fokus pembangunan ini akan membantu kawasan Asia dan Pasifik ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih adil, responsif dan fleksibel. Sri Mulyani juga menyampaikan kemajuan yang telah dilakukan oleh Indonesia dengan melakukan reformasi di berbagai bidang, mulai dari pembenahan sektor keuangan, moneter, penetapan kebijakan disiplin anggaran dan fiskal yang hati-hati hingga upaya pemberantasan korupsi. "Kami juga telah mengeluarkan tiga paket reformasi yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur, menguatkan sektor keuangan, dan meningkatkan iklim investasi," ujarnya. Sejumlah indikator ekonomi pun disampaikan seperti tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,5 persen pada 2006, dan ada sinyal positif dalam pertumbuhan kualitas ekspor dan investasi. Pada akhir 2006, rupiah juga tercatat stabil di kisaran Rp 9.100 per dolar AS. Bursa saham menunjukkan peningkatan hampir setiap waktu. Angka inflasi juga bisa ditekan sekitar 6,6 persen. "Kami yakin pertumbuhan ekonomi akan terus naik dan memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berlangsung rata-rata 6,3 persen untuk tahun ini. Dan bisa mencapai angka 6,9 persen pada 2008," katanya. Penting Dalam pandangan Indonesia, ADB tetap memiliki peran yang sentral, sehingga diharapkan bisa terus memainkan aktivitasnya dalam merespons kebutuhan negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Khususnya dalam membantu membangun infrastruktur, sekaligus untuk meningkatkan proyek pelaksanannya. "Setelah melewati masa 40 tahun, saya berharap seluruh anggota dapat menikmati kemakmuran ekonomi dan kesejahteraan sosial pada tingkatan yang sejajar," ujarnya. Meski demikian, Indonesia berharap ADB terus melakukan reformasi internalnya, dan menerapkan kebijakan yang ringan dalam mekanisme peminjaman.(ant-60) |