logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Mei 2007 MURIA
Line

Riyandi Kabarkan Kematian Dirinya kepada Teman

PENEMUAN jenazah Riyandi Triyas Yunianto (11), bocah asal Desa Kudukeras, Kecamatan Juwana yang tewas sesaat setelah bermain di Sungai Juwana, mengundang sejumlah cerita.

Di saat para keluarga dan warga sekitar sibuk dan bingung mencari keberadaannya, salah seorang teman sekolahnya, Riska Adita mengaku, mendapat bisikan jelas dari Riyandi. Dia mendapat bisikan tersebut, usai mengikuti ujian Bahasa Inggris, Sabtu (5/5) sekitar pukul 09.00.

"Waktu saya masuk ruang kelas lima, kuping saya mendengar suara Riyandi dengan jelas. Dia bilang, saya sudah mati dan nanti ketemu di sungai. Setelah itu tercium bau bunga melati dan kemenyan," cerita Riska polos saat takziah, Sabtu (5/5).

Namun, bagi anak berusia 12 tahun ini, bisikan tersebut tidak membuatnya berinisiatif untuk menceritakannya pada keluarga Riyandi. Peristiwa aneh yang dialaminya hanya diceritakan kepada teman dan gurunya saat bertandang ke rumah duka di RT 2/III Desa Kudukeras.

Meski tidak semua teman sekolahnya mendengar bisikan itu, namun bau kemenyan dan bunga melati dirasakan oleh sebagian besar murid SD Rajawali saat berada di sekitar ruang kelas lima. "Di mata para teman dan gurunya, Riyandi dikenal sebagai anak yang baik," ungkap Lamisik, seorang guru SD Rajawali yang di temui di rumah duka bersama Kepala Sekolah Siti Rudijatun dan guru lainnya.

Putra pasangan Suradi dan Surini ini, pada April lalu, memang telah dikukuhkan sebagai juara V siswa teladan SD tingkat Kecamatan Juwana.

Pada bulan yang sama, dia bersama rekannya, juga pernah menjuarai lomba cerdas cemat di Gedung PGRI Juwana dan menyabet juara III. (M Noor Efendi-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA