| Senin, 07 Mei 2007 | SEMARANG |
Pengangguran Masih Jadi MasalahSALATIGA- Pemkot Salatiga akan memprioritaskan penanganan masalah pengangguran. Hal tersebut terungkap, ketika Wawali John Manoppo SH menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) APBD 2006 dalam sidang paripurna DPRD, belum lama ini. Menurut John, permasalahan yang muncul antara lain pertambahan tenaga kerja yang tidak seimbang dengan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, terjadi pengangguran serta munculnya tenaga kurang terampil. Selain itu penciptaan lapangan kerja baru juga lemah. ''Perlu diupayakan menyelesaikan permasalahan itu,'' kata Wawali. Menurut John, Pemkot akan menyelesaikan persoalan itu dengan memberikan pelatihan keterampilan, pendampingan, serta pembinaan. Dengan itu masyarakat lebih senang berwiraswasta, dalam rangka penciptaan lapangan kerja baru. Kadinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Drs Amien Singgih mengatakan, hingga Maret 2007 jumlah pengangguran mencapai 6.560 orang. Dia menjelaskan, upaya pembinaan tenaga kerja dilakukan melalui berbagai pelatihan, seperti teknisi ponsel dan merias. Wakil Ketua DPRD Drs Kasmun Saparaus MSi mengatakan, salah satu upaya mengurangi pengangguran dengan merangsang masuknya kegiatan investasi di Kota Salatiga. Masuknya investasi akan menyerap tenaga kerja. Sebagai contoh masuknya pemodal membangun pabrik di Kota Salatiga. Pemkot diharapkan pula dapat mengembangkan industri-industri baru, meski hanya berskala kecil. Unit-unit usaha kecil tersebut, di antaranya konveksi, produk air kemasan, pertokoan, dan produk pertanian. Sementara itu, dalam upaya mengurangi pengangguran, dapat dikucurkan tambahan bantuan permodalan bagi usaha kecil. Namun bantuan tersebut sebelum diserahkan dapat diseleksi terlebih dahulu sehingga tidak sia-sia. (H2-74) |