logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Mei 2007 SEMARANG
Line

Jembatan Gunungsari Bisa Difungsikan Lagi

SALATIGA- Setelah diperbaiki lebih dari dua bulan, jembatan Gunungsari yang menghubungkan Kelurahan Sidorejo Kidul dan Kelurahan Kutowinangun di Kecamatan Tingkir, akhirnya dapat difungsikan kembali. Bagian talut dan sayap yang pernah ambrol Februari lalu, sudah diperbaiki.

Kepala DPU Ir H Saryono mengatakan, dalam waktu dekat ini jembatan sudah dapat dilewati kembali, termasuk untuk kendaraan roda empat. Bagian jembatan yang rusak sudah selesai diperbaiki. ''Kontraktor sudah menyelesaikan perbaikan sesuai dengan kualitas yang diharapkan,'' kata Saryono kemarin.

Perbaikan tersebut menelan biaya Rp 127 juta, termasuk tenaga kerja dan material. Perbaikan meliputi pekerjaan memperkokoh fondasi sayap dan pembuatan talut yang baru, karena bangunan sebelumnya dinilai tidak kuat. Biaya perbaikan masih menjadi tanggungan PT Singgasana sebagai penggarap. Perbaikan talut dan fondasi sayap yang rusak, sempat terhambat karena musim hujan.

Semakin Mudah

Sejumlah warga Gunungsari menyambut baik telah selesainya penggarapan jembatan tersebut. Sebab, aktivitas warga menuju Kota Salatiga akan semakin mudah dan cepat. Bila melewati jalan yang ada sebelumnya, lebih jauh karena harus memutar.

Wahyu (35), seorang warga mengatakan, warga awalnya senang ketika jembatan Gunungsari telah selesai digarap akhir Desember. Namun, ketika sayapnya ambrol setelah hujan deras mengguyur, praktis mobilitas warga menjadi terganggu. ''Kalau jembatan sudah normal seperti sekarang kami sangat senang,'' ujarnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Sri Yuliani mengatakan, sebuah tim independen yang terdiri atas konsultan dan praktisi konstruksi menemukan ada kejanggalan proses lelang dan penggarapan proyek jembatan yang ambrol fondasi dan talut sayapnya itu.

Kejanggalan itu salah satunya adalah kualitas bangunan tidak seperti yang diharapkan.

Kualitas bangunan dinilai rendah, sementara nilai proyek tidak berubah. Tim juga telah menemukan adanya pemadatan yang kurang, sehingga talut sayap jembatan ambrol. Selain itu, dipertanyakan proses adendum pembangunan sejak awal, sehingga terjadi perubahan struktur bangunan jembatan.

Sebab, sesuai dengan gambar yang dikeluarkan konsultan, harusnya dibantun lima pilar, tetapi disepakati menjadi tiga pilar, dan panjang jembatan dikurangi dari 50 meter menjadi 30 meter. (H2-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA