| Senin, 07 Mei 2007 | SEMARANG |
SMK Informatika NU Persiapkan Siswa ke Dunia KerjaUNGARAN - Keberadaan SMK Informatika NU Ungaran diharapkan bisa menjadi contoh SMK lain dalam rangka perisapkan siswanya terjun ke dunia kerja. Sekolah di Jalan Kaligarang Ungaran ini, diminta terus meningkatkan metodologi dan teknologi agar sesuai perkembangan zaman. Permintaan itu disampaikan Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dra Dewi Pramuningsih MPd, Sabtu (5/ 5), dalam Sinkronisasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Hadir pula perwakilan PT Telkom, PT Sarana Budi Prasepta, CV Lestari Engenering, Star Com, dan Ungaran On Line. ''Sekolah ini harus bisa menjadi pioner penyerapan tenaga kerja. Jadi bisa dicontoh atau diikuti oleh SMK lainnya yang ada di kabupaten ini,'' kata Dewi. Ia mengatakan, SMK jangan menjadi sekolah ''sastra'' yang hanya mengandalkan teori semata. Sekolah kejuruan tersebut harus terampil dalam bidang praktik atau kerja. Menurutnya, karakteristik SMA dan SMK berbeda. Alumnus SMA disiapkan untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi (PT). Sedangkan SMK dengan kurikulum khusus, sengaja disiapkan agar bisa langsung terserap ke dunia kerja. ''Tapi sekarang salah kaprah, lulusan SMA malah cari kerja. Dengan kondisi ini saya tidak menyalahkan jika ada anggapan, lulusan SMA pencipta pengangguran. Ya, memang tidak semuanya begitu,'' tandas Dewi yang mantan Kepala SMA N I Ungaran ini. Guru Tamu Dewi menyampaikan penghargaannya kepada SMK Informatika NU Unggaran, atas prestasi para siswanya pada Ujian Akhir Nasional (UAN) 2005-2006. Sekolah ini, mampu meraih prestasi dengan tingkat kelulusan hingga 100 %. Sementara itu Kepala SMK NU, Drs Ahmad Hanik SAg MPd dalam sambutannya mengatakan, diselenggarakannya acara singkronisasi KTSP tersebut, untuk mencari saran dan masukan dari pihak luar. Khususnya, menyangkut materi kurikulum yang diberikan kepada peserta didik selama ini. ''Kami mohon masukan, apa kekurangan dan kelebihan kami. Jadi nantinya kurikulum yang kami sampaikan ke siswa bisa diterapkan di dunia usaha dan industri,'' harap Hanik. Dia mengatakan, materi pelajaran di sekolah ini terdiri atas 80 persen praktik dan 20 persen teori. Adapun terapan metodologi, disesuaikan dengan terapan teknologi kini. Pihaknya berencana menghadirkan guru tamu dari instansi dunia kerja. ''Kami berupaya maksimal mengikuti perkembangan zaman,'' jelas dia. (H14-74) |