| Senin, 07 Mei 2007 | SEMARANG |
Bisa Kompromikan Waktu Belajar
SEMARANG - Antusias warga Genuk mengikuti perkembangan kegiatan belajar makin tinggi. Setidaknya hal itu diperlihatkan dalam respons mereka terhadap munculnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang digalang LSM Bangun Bangsa. Sebanyak 24 warga terdaftar dalam program kejar paket A, 26 orang mengikuti kejar paket B dan 34 orang peserta kejar paket C. Mereka umumnya para pekerja, baik buruh swasta maupun PNS. Mereka berobsesi meningkatkan karier maupun prestasi kerja setelah mendapat ijazah persamaan. Kegiatan yang dikoordinir Aguh Asip Faroyo SAg itu telah berjalan sekitar setahun, sejak 7 Mei 2006. Secara resmi, PKMB itu menempati gedung barunya di Jl Banget Prasetya VI 218, Perumahan Korpri Kota Semarang, Bangetayu Kulon, Genuk, sejak Sabtu (5/5). ''Kegiatan belajar kami, biasanya dibentuk beberapa kelompok sesuai dengan jumlah siswa. Satu kelompok, idelnya 10 siswa. Tenaga tutorial kami ambilkan minimal alumnus Diploma Dua,'' katanya kepada Suara Merdeka di saat peresmian penggunaan gedung PKBM Bangun Bangsa di Kampus PKBM Bangun Bangsa Jl Banget Prasetya VI 218, Perumahan Korpri Kota Semarang. Cara belajarnya pun fleksibel. Peserta didik bisa kompromi untuk memilih waktu yang tepat, di luar jam-jam kesibukan mencari nafkah. Setelah mereka memilih waktu, keinginan mereka kemudian dikompromikan dengan kesempatan yang dimiliki para tutorial. Kurun waktu belajarnya pun tidak terlalu, idealnya maksimal enam jam. Setelah menempati gedung baru, dia berharap kegiatan belajar peserta didiknya makin maksimal. Gedung seluas 110 m2 itu terdapat tiga ruang yang bisa dipakai untuk belajar secara bergantian. Suasana belajar makin kuat karena kampus telah dilengkapi Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Penilik Pendidikan Luar Sekolah Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Genuk, Drs Zulkifli Agus memuji PKMB Bangun Bangsa. Hal itu disebabkan, keseriusan pengurus dalam pengelolaan PKMB yang kini telah memiliki delapan kegiatan. Kedelapan kegiatan itu adalah, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Keluarga Aksara Fungsional, Keluarga Belajar Usaha, Taman Bacaan Masyarakat, Program Kejar Paket A, Paket B, Paket C dan Pelatihan. Pihaknya sangat mendorong berdirinya program tersebut di tengah masyarakat. Kegiatan PKBM akan berkembang baik bila keluar dari aspirasi masyarakat itu sendiri. Untuk mewujudkannya, PKBM hendaknya memiliki kegiatan terlebih dahulu, paling tidak tiga bulan, setelah itu didaftarkan ke Cabang Dinas Pendidikan dan Kecamatan. Kini, kata dia, sudah ada lima PKBM yang berkembang di Kecamatan Genuk yakni, PKBM Tunas Mandiri, Generasi Bangsa, Nusantara, Pendawa Lima dan Bangun Bangsa. Rata-rata, mereka telah memiliki izin operasional dan berbadan hukum.(G5-18) |