logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Mei 2007 BUDAYA
Line

Konser Inspiratif, Menyenangkan

SIAPA sanggup membunuh kenangan? Apalagi bila itu kenangan menyenangkan. Dalam "Konser Nuansa Bening" Keenan Nasution, kenangan bukan cuma dihadirkan dalam nuansa menggembirakan. Kenangan itu bahkan jadi mengharukan.

Paling tidak itulah yang dirasakan penonton yang sezaman dengan masa emas dedengkot Gang Pegangsaan, Gipsi Band yang kelak menjadi Guruh Gipsi saat Guruh Soekarno Putra bergabung itu. Itulah yang berlangsung dalam konser di Nusa Indah Theatre, Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (5/4) malam.

Konser itu melibatkan bintang tamu seperti Marcel, Ada Band, Nugie, Daryl Nasution, Elfa's Singer (Rita Effendy, Agus Wisman, Yana Yulio), Indro Hardjodikoro Band, Addie MS, dan Gilang Ramadhan. Tampil pula kawan lama Keenan pada masa awal berkarier di musik.

Tersebutlah awak Gang atau Genk Pegangsaan, seperti Fariz RM, Debby Nasution, Harry Sabar, Redy Noor, dan Gauri Nasution. Awak Gipsi Band yang rata-rata telah berusia di atas 55 tahun seperti Tammy, Abady Soeman, Ronny Harahap, Yanto, Harry Sabar, minus almarhum Chrisye pun pamer kebolehan.

Selain menyajikan tembang hit pada masanya, konser itu juga menyodokkan guyonan dan kesaksian kawan sezaman. Sys NS yang pernah jadi MC konser Gipsi Band di Balai Sidang, Jakarta, medio 1980-an, bercerita betapa tenar para pemusik yang bermarkas di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, itu. ''Saat itu, tak lengkap rasanya sebuah acara tanpa kehadiran anak-anak Pegangsaan. Maklum, mereka anak Menteng,'' katanya.

Selanjutnya, lagu-lagu abadi seperti Telaga Merah, Sang Pencipta, Batas Keinginan, Indonesia Mahardika, Chopin Larung, hingga lagu baru Keenan seperti Dengarkan Apa yang Telah Kau Lihat mengalir dan menggetarkan. Tembang itu mengalun dalam nuansa pop progresif dengan beat aneh plus orkestrasi meriah Indro Hardjodikoro Band.

Konser dengan kemegahan paduan suara itu purna pukul 22.30. Konser yang benar-benar membius sekitar 800 orang penonton.

Karaoke massal acap terjadi manakala sebuah lagu mengalun. Penonton tak memedulikan lagi apakah tembang itu dibawakan Keenan atau bintang tamu. Fals atau tidak, bukan perkara.

Saat tembang "Batas Impian" dan "Nuansa Bening" menjadi penutup, gemuruh nyanyian dan sambutan penonton pun membahana. Mereka berteriak bersahutan, ''Lagi! Lagi!''

Keenan malam itu jadi pusat perhatian. ''Ya, beginilah lagu-lagu saya. Komposisinya panjang-panjang. Kalau sekarang pasti ditolak keras produser rekaman,'' katanya, merujuk ke tembang "Chopin Larung" yang berdurasi 15 menit.

Ya, suami Ida Royani itu telah menjamu para penikmat tembang lawas lewat kenangan mengharukan. Konser yang inspiratif dan menyenangkan. (Benny Benke-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA