logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Mei 2007 BUDAYA
Line

Ditegur KPI, Tukul Siap Evaluasi

BAGI para penonton setia ''Empat Mata'', aksi Tukul Arwana ber-cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) artis-artis cantik yang jadi bintang tamu barangkali biasa-biasa saja. Sebab, adegan itu muncul hampir setiap kali bintang tamu dipanggil.

Dalam satu episode, tak jarang Tukul empat-lima kali cipika-cipiki. Adegan itu rupanya membikin Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) gerah. Institusi pengawas segala bentuk media penyiaran dan program yang ditayangkannya itu dikabarkan melayangkan teguran kepada Tukul.

Pelawak yang acap menyebut diri memiliki reading skill dan listening skill tinggi itu diminta mengevaluasi tindakannya.

Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja menuturkan, dalam program yang ditayangkan Trans7 saban Senin-Jumat pukul 21:30-23:00 itu, Tukul beberapa kali mengungkapkan pernyataan verbal yang mengandung unsur pelecehan.

Dalam perilaku penyiaran, kata Sasa, kekerasan tidak hanya fisik. Namun bisa pula berupa pernyataan verbal. Itu terutama pernyataan verbal yang mengasosiasikan daerah vital laki-laki atau perempuan.

Pada saat yang sama, KPI juga meminta tayangan itu dievaluasi secara keseluruhan. Sebab, KPI menilai tayangan ''Empat Mata'' mengandung unsur pelecehan dan cenderung vulger. Guyonan, yang kata Tukul jas kiding, jas fo laf (just kidding, just for laugh-Red), itu dianggap kebablasan, dan menjurus ke pornografi.

Dari Koran

Bagaimana tanggapan Tukul? ''Ah, biasa saja. Saya malah tahu dari media, dari koran. Kata koran sih begitu,'' katanya, sesaat sebelum tampil pada malam resepsi Hari Jadi Ke-460 Kota Semarang, Sabtu (5/5) malam.

Dia mengakui secara resmi belum menerima teguran itu. Kendati demikian, pelawak kelahiran Semarang itu menyatakan tidak terlalu kaget. Sebab, pada awal-awal penayangan ''Empat Mata'' cipika-cipiki memang menjadi sorotan.

Sebelumnya, Tukul diprotes oleh anak-anak SD Muhammadiyah IV, Pucang, Surabaya. Tukul diprotes lantaran cipika-cipiki, sebutan ciuman Tukul untuk para bintang, dianggap kebablasan dan tak mendidik.

Ada perubahan pada ''Empat Mata'' berkait dengan teguran itu? ''Tentu saja ada. Namanya kami patuh pada aturan. Ya, kalau dinilai salah akan saya perbaiki. Bersama tim kreatif juga akan dilakukan penyesuaian atas beberapa hal yang dianggap tidak pas,'' kata dia.(Achiar M Permana-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA