| Senin, 07 Mei 2007 | BANYUMAS |
Tiga Penderita DBD MeninggalPURBALINGGA- Sejak Januari hingga April 2007, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Purbalingga mencapai 57 orang. Dari puluhan penderita itu, tiga orang di antaranya meninggal dunia akibat terlambat dibawa ke rumah sakit. Menurut data di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), pada bulan Januari terjadi enam kasus. Pada Februari melonjak menjadi 19 kasus, dan menyebabkan dua penderita di antaranya meninggal dunia. Pada bulan berikutnya turun menjadi 13 kasus. Namun April naik lagi menjadi 19 kasus dan merenggut satu korban jiwa. Menurut Kepala DKK Dokter Dyah Retnani Basuki, tiga kasus DBD yang merenggut korban jiwa itu karena penanganan yang terlambat. Ketiga penderita terlambat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang intensif. Mereka baru dilarikan ke RS setelah parah. ''Secara umum kasus DBD di Purbalingga tergolong rendah dibandingkan dengan di kabupaten-kabupaten tetangga. Meski demikian, kami harapkan masyarakat tetap waspada,'' kata Dyah didampingi Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Semedi. Dia menambahkan, DKK secara intensif berkoordinasi dengan seluruh puskesmas untuk memantau perkembangan penyakit itu. Selain itu, DKK juga menyosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Saat ini Dyah bersama jajarannya sedang menginventarisasi wilayah yang berpotensi terserang DBD. ''Kami akan membuat peta serangan DBD untuk menentukan tindakan preventif dengan pengasapan. Persediaan insektisida jenis chinof untuk keperluan pengasapan itu hingga Mei ini masih mencukupi. Sebab, selain ditunjang dana APBN, pengadaannya juga dibantu dana APBD provinsi,'' jelasnya. Dia menjelaskan, penggunaan insektisida jenis chinof lebih efektif dibandingkan dengan jenis lain. Sebab selain efek samping yang ditimbulkan relatif lebih ringan, chinof juga ramah lingkungan dan tidak terlalu mengganggu saluran pernapasan manusia. Jadi, DKK selalu menggunakan chinof.(F10-21) |