logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 SALA
Line

Penanggulangan HIV/AIDS Terancam

SOLO-Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Solo terancam tidak berjalan sebagaimana yang direncanakan. Pasalnya, lembaga donor internasional Global Fund AIDS Tuberculosis Malaria (GF-ATM) menghentikan pendanaannya di Indonesia.

Penghentian itu dilakukan setelah ditemukan ada indikasi korupsi atas dana yang dikucurkan melalui Departemen Kesehatan.

''Selain pendanaan, lembaga itu menghentikan pengadaan obat-obatan untuk menjaga kekebalan pengidap HIV/AIDS,'' kata Anwar Fauzi, District Project Officer GF-ATM Kota Solo, kemarin.

Penghentian dana itu, lanjut dia, menyebabkan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bengawan terhenti pula sehingga dikhawatirkan persebarannya makin luas.

Dana dari Global Fund, kata dia, biasa digunakan untuk uang transpor para relawan dalam menjangkau pengidap dan calon pengidap HIV/AIDS. ''Dana tersebut juga dipakai untuk biaya operasional kantor Global Fund di setiap kota,'' tambahnya.

Jika tidak dibayar, menurut dia, para relawan yang diambil dari komunitas yang hidup dengan HIV/AIDS itu tidak bisa bekerja.

Padahal dari para relawan yang jumlahnya sekitar seratus itu bisa dipantau perkembangan pengidap virus tersebut. Februari lalu pengidap HIV/AIDS yang bisa dijangkau antara 200 dan 300 orang. Jumlah itu meningkat menjadi lebih dari 600 orang pada bulan berikutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih mengatakan penghentian dana Global Fund tidak memengaruhi penanggulangan penyakit tuberkulosis dan malaria.

''Kedua penyakit itu tidak membutuhkan relawan. Obat-obatan juga tidak masalah karena kami memperoleh dari Pemprov,'' jelasnya.(G8-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA