logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 SALA
Line

22.465 Ha Sawah Tanaman Padi Puso

  • Produksi Meningkat

KARANGANYAR - Sepanjang tahun 2006 lalu, tanaman padi di sawah yang puso di Kabupaten Karanganyar tercatat 22.564 hektare. Sebanyak 1.456 ha puso akibat serangan hama, 6.140 ha akibat kekeringan, dan 14.869 ha akibat kebanjiran.

''Namun, secara keseluruhan produksi padi di Karanganyar masih meningkat. Tahun lalu, produksi padi sawah tercatat 223.284 ton dan padi ladang 1.650 ton,'' kata Kepala Dinas Pertanian Ir Ruhanto, dalam rapat koordinasi ketahanan pangan di Pendapa Kabupaten Karanganyar, Rabu (2/5) kemarin.

Dikatakan, produksi padi sawah sepanjang 2005 tercatat 221.674 ton dan padi ladang 1.799 ton. Tahun ini, produksi diprediksi mengalami peningkatan, menjadi 246.000 ton.

Kepala Ketahanan Pangan Provinsi Jateng, yang diwakili Ir Puji Widodo MS, mengatakan pada tahun lalu pemprov mengeluarkan dana Rp 52 miliar untuk LUEP (lembaga usaha ekonomi pedesaan). Dana itu untuk membeli gabah petani.

''Dana tersebut dibagi-bagikan untuk 28 kabupaten. Sebanyak Rp 40 miliar untuk membeli padi, Rp 8,1 miliar untuk membeli jagung di 18 kabupaten, dan Rp 3,5 miliar untuk membeli kedelai di sembilan kabupaten,'' katanya.

Karanganyar termasuk kabupaten yang sudah melakukan pembelian gabah petani dengan baik, yakni sebanyak 2.582 ton. Tetapi, ada dua kabupaten yang sama sekali belum melaksanakan pembelian, dan lima kabupaten masih dalam proses pembelian.

Mewujudkan Target

Pemprov Jateng telah menyatakan komitmen untuk ikut mewujudkan target dua juta ton padi secara nasional. Kontribusi Jateng adalah 16,62 persennya.

Bupati Karanganyar Rina Iriani mengatakan, tahun ini pemerintahannya menerima dana LUEP Rp 8,45 miliar. Pemkab juga melakukan pendampingan pada petugas lapangan yang melakukan pembelian padi dari petani.(an-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA