| Kamis, 03 Mei 2007 | OLAHRAGA |
Ditunggu "Perang Saudara'' Roy Mukhlis Vs ChrisjonBAKAL menjadi pertarungan super seru, keras dan menarik, jika dua bintang ring asal sasana Bank Buana Indonesia (BBI) Semarang, Roy "The Snipper" Mukhlis, juara Asia versi PABA (Pan Asian Boxing Association) dan "The Dragon" Chrisjon, juara dunia WBA (World Boxing Association) saling berbaku hantam. Hanya saja, pertanyaannya kini, mungkinkah dua petinju kelas bulu terbaik Indonesia itu beradu jotos di atas ring? Jawabnya, bisa saja terjadi. Chrisjon, sang juara dunia WBA kelas bulu (57,1 kg) berusia 27 tahun, merupakan bekas anak didik H Mukhlis Sutan Rambing. Atlet kelahiran Banjarnegara, 14 September 1980 itu dibina Sutan Rambing mulai dari nol, kemudian merebut juara nasional, Asia hingga juara dunia WBA. Karena berselisih paham soal pembagian honor, hubungan bisnis yang terjalin manis mereka akhirnya terputus. Dan sejak Desember 2004, Chrisjon memutuskan hengkang dari sasana BBI yang bermarkas besar di Jl Dr Cipto Semarang. Kini Chrisjon menempa diri di Harry's Gym, Australia dengan pelatih dan manajer Craig Christian. Sedangkan Roy Mukhlis (20), merupakan jagoan baru Sutan Rambing yang digadang-gadang akan mampu merebut juara dunia, asalkan ia mempunyai disiplin latihan tinggi seperti Chrisjon. Sutan Rambing pun menebar optimisme, Roy bakal mampu menjadi juara dunia. ''Roy mempunyai potensi besar menjadi juara dunia, tinggal bagaimana dia mengembangkan talenta besarnya secara maksimal,'' tandas Sutan. Atlet kelahiran Bima (NTB) 4 Desember 1986 itu merebut gelar PABA dengan mengalahkan Aree "The Jaws" Phosuwan (Thailand) di Jakarta 27 April lalu. Kemenangan cukup sensasional ini mengantarkan dirinya masuk peringkat 10 besar dunia WBA. Itu artinya ia bisa saja suatu saat bentrok dengan Chrisjon. Penampilan pertama Roy di tingkat internasional yang langsung merebut juara Asia, tak urung membawa decak kagum Chrisjon. "Untuk tingkat Asia Roy sudah oke. Namun untuk dunia, teknisnya harus ditingkatkan. Pasalnya ia pasti akan bertarung dengan petinju peringkat dunia,'' tandas Chrisjon yang dihubungi via ponselnya semalam. Untuk stamina, kecepatan dan kekerasan pukulan Roy, menurut Chrisjon, juga sudah mantap. Ketika diminta komentarnya jika ada promotor Indonesia yang berminat menghadapkannya dengan Roy, Chrisjon menyatakan siap menghadapi. "Silahkan hubungi manajer saya jika berminat.'' Memang menjanjikan partai berkualitas tinggi, jika kedua jagoan ini berhadapan. Siapa pun pemenang title fight kelas bulu WBA tersebut, juara tetap berada di Indonesia. (Paulus Noor Mulia-28) |