logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 NASIONAL
Line

Prof Eko Akan Ikut Bertarung dalam Pilgub

SEMARANG- Mantan Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc berencana maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2008. Meski belum jelas partai pengusungnya, Prof Eko memberanikan diri bertarung dalam Pilgub karena banyak kalangan mendorongnya.

Dia mengaku belum tahu parpol mana yang akan mengusungnya. Kepastian apakah dirinya benar-benar maju dalam Pilgub akan ditentukan Juni 2007, sembari menunggu reaksi dan tanggapan parpol di Jateng.

Untuk mewujudkan hal itu, Eko Bud Center yang diketuai Djawahir Muhammad, Rabu (2/5) mengumumkan rencana pencalonan guru besar tata kota Undip tersebut.

Dari tujuh parpol yang memiliki kursi di DPRD Jateng, belum ada satu pun partai yang secara resmi menyinggung Prof Eko sebagai salah satu bakal calon yang akan diusung. Partai yang sudah menyosialisasikan nama yakni DPD I Partai Golkar dan DPW PPP yang mengangkat Bambang Sadono dan HM Tamzil, sedangkan lima partai yaitu PKB, PAN, PPP, Partai Demokrat, dan PKS belum menetapkan.

''Para seniman, akademisi, aktivis perempuan mendorong saya untuk maju. Dengan begitu kalangan kampus ada yang mewakili,'' tutur Ketua DKJT Jateng itu.

Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Bidang Kerohanian HM Busro mengungkapkan, untuk menyosialisasikan calon gubernur yang diusung partainya, pihaknya menyelenggarakan pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad sebanyak 99 kali di 35 kabupaten/kota.

''Dari jumlah itu, sampai Maret 2007 sudah terlaksana 45 kali, dan yang dihadiri Bambang Sadono 29 kali,'' ujarnya.

Melalui pengajian, pihaknya ingin memperkenalkan calon gubernur dari Partai Golkar itu kepada ulama, santri, dan muslimin serta muslimat di seluruh Jateng. Rangkaian pengajian itu melengkapi penyelenggaraan pergelaran wayang kulit 35 malam yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

Bibit Waluyo

Mantan Pangkosrad Letjen TNI (purn) Bibit Waluyo tampaknya bakal mewarnai bursa cagub Jateng. Ia mengaku bersedia dicalonkan, apabila mendapat kepercayaan dari masyarakat Jateng.

Menurutnya, Jateng dengan jumlah penduduk 37 juta jiwa lebih membutuhkan pemimpin yang dapat mengayomi (melindungi) dan ngayemi (membuat suasana kondusif). Untuk mendapat pemimpin demikian, rakyat harus diberi keleluasaan memilih pemimpinnya sendiri.

Alumnus SMAN 01 Demak tahun 1968/1969 yang pernah menjadi Pangdam IV/Diponegoro ini mengaku pernah ditawari oleh Ketua Umum DPP PDI-P, Megawati Soekarnoputri untuk menjadi cagub Jateng yang diusung partainya. Akan tetapi tawaran itu belum dijawab secara tegas.

Ia tidak berani memberi jawaban karena merasa pernah dipermainkan oleh para politikus.

Saat dirinya masih menjabat Pangdam Jaya, sejumlah partai memintanya untuk menjadi bakal calon gubernur. Tawaran tersebut belum direspons, karena masih aktif sebagai anggota TNI yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara. Sebab, waktu itu masa peralihan atau transisi di era reformasi yang membutuhkan perhatian semua pihak termasuk TNI.

Setelah pensiun tahun 2004, sejumlah partai kembali melamarnya untuk dicalonkan sebagai gubernur DKI. Pada tanggal 5 Maret lalu, ia diundang Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri. Kepadanya mantan Presiden RI itu memastikan partainya hanya memiliki satu calon, yakni Bibit Waluyo.

Nggondhuk

Namun baru beberapa hari setelah itu, PDI-P yang membangun koalisi dengan partai lain memunculkan nama calonnya Fauzi Bowo. ''Terus terang saya nggondhuk, jengkel. Tetapi saya sadar, itulah sikap politikus,'' katanya saat menghadiri acara pengukuhan IKA SMAN 01 Demak, di pendapa kabupaten, kemarin.

Kendati tidak merasa kecewa, Bibit Waluyo merenungkan masalah itu. Bapak tiga anak itu mengaku tidak pernah mempermalukan orang dan mempermalukan dirinya. Akan tetapi kenyataan itu membuat dirinya seakan dipermalukan. ''Saya masih merasa nggondhuk,'' katanya. (H7,G17, H1-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA