| Kamis, 03 Mei 2007 | NASIONAL |
492 TKI di Riyadh BermasalahJAKARTA- Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang masuk ke penampungan di Riyadh terus membengkak. Laporan terakhir, kemarin menyebutkan angkanya sudah mencapai 492 TKI. Sebelumnya Atase Perburuhan RI di Riyadh, Sukamto Javaladi mengatakan pada Minggu pagi (15/4) terdapat 425 TKI di penampungan. Sebanyak 100 orang berada di Gedung KBRI di Diplomatic Quarter, dan sisanya (325 orang) berada di transit house. KBRI sudah mengupayakan pemulangan TKI yang sebagian besar perempuan (TKW) dengan bekerja sama dengan perusahaan pengerah TKI swasta (PPTKIS). Namun, jumlah yang dipulangkan selalu lebih kecil dibanding dengan TKW yang masuk, sehingga jumlah TKW yang berada di rumah penampungan terus bertambah. Pihak Maktab Amal di Kota Riyadh (semacam Dinas Tenaga Kerja setingkat provinsi) tidak mampu menyalurkan para TKW yang masih ingin bekerja secara cepat dalam jumlah besar. Sebab instansi itu memberlakukan seleksi yang sangat ketat terhadap calon majikan. Hasil pertemuan Atase Tenaga Kerja dengan Ketua Sanarcom (Asosiasi PJTKA Saudi Arabia) pada 13 April, menyepakati bahwa KBRI akan memberi kesempatan selama tujuh hari kerja kepada agen yang terkait dengan TKW di penampungan untuk menyelesaikan kasus TKI-nya. "Jika dalam waktu tujuh hari tidak selesai, maka pelayanan rekomendasi Perjanjian Kerja (PK) untuk agency itu akan dihentikan," kata Sukamto. Dua Syarat Berdasarkan hasil pertemuan Atase Tenaga Kerja dengan Deputi Menteri Tenaga Kerja Kerajaan Saudi Arabia pada 14 April didapat informasi Depnaker Saudi Arabia bersedia menyalurkan para TKW yang masih ingin bekerja dengan syarat. Pertama, KBRI memberi jaminan ganti rugi sebesar 6.000 Saudi Riyal jika di kemudian hari TKW tersebut kabur dari rumah majikan. Kedua, para TKW masih memegang paspor yang sah. Kedua persyaratan ini sulit dipenuhi oleh pihak KBRI karena KBRI tidak mempunyai skema penjaminan seperti tersebut dan para TKW di penampungan umumnya tidak memegang paspornya. DPP Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) telah memberi tanggapan terhadap permintaan Dubes RI di Riyadh. Yaitu dengan mengajak para anggotanya ikut membantu mengatasi permasalahan TKW di penampungan KBRI yang telah melampaui daya tampung. (ant-60) |