| Kamis, 03 Mei 2007 | NASIONAL |
Gerakan Sayang Ibu Belum Jadi PrioritasJAKARTA-Program Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang sejak 1996 dilakukan untuk memperbaiki kualitas hidup perempuan dan menekan angka kematian ibu (AKI) hingga kini belum menjadi prioritas di daerah. "Perjalanan GSI selama 10 tahun telah mengalami pasang surut, tapi dampaknya dirasa kurang dan belum menjadi prioritas di daerah," kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono di Jakarta, kemarin. Dalam seminar mengenai rancang bangun percepatan penurunan angka kematian ibu, Meutia mengatakan hal itu antara lain terlihat dari belum optimalnya pelaksanaan program lintas sektoral tersebut di sebagian besar daerah. "Karena itu perlu terobosan baru untuk meningkatkan dan mengefektifkan pelaksanaan GSI di daerah," katanya. Untuk itu, ia melanjutkan, pihaknya meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan komitmennya terhadap upaya penurunan angka kematian ibu dan peningkatan kualitas hidup perempuan. Pemerintah daerah, kata dia, harus mulai memprioritaskan pelaksanaan program GSI dengan memperluas pelaksanaan program itu di wilayah kerjanya. Kegiatan GSI, kata dia, juga harus ditingkatkan variasinya dan diintegrasikan pelaksanaannya dengan program lain seperti promosi ASI eksklusif, pelayanan kesehatan reproduksi, desa siaga dan pemberdayaan perempuan. Ia menambahkan pula bahwa jajaran pelaksana kegiatan GSI juga harus diperkuat. "Petugas GSI harus diaktifkan, pelaksanaan programnya juga harus diintensifkan," jelasnya.(ant-41) |