logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 NASIONAL
Line

Tol Semarang-Solo

Pemprov Desak Kepastian Waktu

SEMARANG- Pemprov Jateng meminta kepada PT Jasa Marga untuk memberi kepastian kapan pengerjaan ruas jalan tol Semarang-Solo. Meski pembangunan jalan itu nantinya melibatkan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) dan Jasa Marga, menurut Wagub Ali Mufiz MPA, yang memiliki proses kewenangan adalah Jasa Marga.

"Kami telah minta kepada pihak SPJT untuk dirundingkan mulai kapan kepastian pembangunan. Saya minta ada target terukur. Misalnya, November perlu dibeberkan rencana awalnya seperti apa?" kata dia seusai Rapat Paripurna dengan agenda Laporan Hasil Reses di Gedung Berlian, Rabu (3/5).

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo mengatakan, perkembangan terkini proyek jalan tol sejauh 76 kilometer itu dalam waktu dekat akan ditandatangani kerja sama patungan antara Jasa Marga dan SPJT.

"Pendirian perusahaan patungan Jasa Marga-SPJT sudah disetujui Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg-BUMN)," kata Danang.

Basic Design

Berlarutnya proyek tol Semarang-Solo disebabkan belum disetujuinya Right of Way (RoW) . Untuk mempercepat, Ali Mufiz mengusulkan, pihaknya meminta pembuatan RoW didasarkan pada basic design (BD) dan bukan didasarkan Detail Engineering Design (DED). Hal itu berdasarkan fakta bahwa RoW yang dibuat dari DED baru jadi sepanjang 6,2 kilometer.

Dia mengungkapkan, belum lama ini telah bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto guna membicarakan kelanjutan pembangunan tol tersebut.

Dalam kesempatan itu ia mengusulkan RoW didasarkan BD kepada Menteri PU.

Menyinggung ketersediaan lahan, dia menyatakan pada prinsipnya tidak ada masalah. Sejak 2005, Gubernur Mardiyanto telah mengelurkan Surat Perintah Pembebasan Lahan Bangunan (SP2LB) kepada seluruh bupati/walikota yang wilayahnya dilalui proyek jalan tol.

"Sebenarnya, dari aspek penyediaan lahan yakni mengenai daerah-daerah mana yang diadakan, semuanya tergantung keputusan pemerintah pusat. Jadi kalau pemerintah pusat, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), dan Jasa Marga oke, Insya Allah bisa kita mulai," tegasnya.(H7,G17-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA