logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 NASIONAL
Line

Polda Jateng Waspadai Pupuk untuk Bahan Membuat Bom

PURWOKERTO - Penyidikan kasus pencurian pupuk yang terbongkar pekan lalu di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kini dipertajam Ditreskrim Polda Jateng. Hal itu terkait adanya upaya pupuk yang dapat digunakan untuk membuat bom.

Kapolda Jateng Irjen Drs H Dodi Sumantyawan HS SH mengungkapkan, jajarannya telah menemukan bahan peledak seperti bom yang terbuat dari bahan campuran pupuk.

Terkait indikasi tersebut dan terbongkarnya pencurian pupuk di pelabuhan Tanjung Emas, pihaknya kini terus mewaspadai jenis pupuk tertentu yang memiliki kualifikasi untuk membuat bahan peledak.

''Jadi persoalan pupuk sudah berkembang bukan sebatas pada aturan atau tata niaga pupuk sendiri. Bukan pula sebatas persoalan perekonomian dan pertanian serta pencurian biasa. Tapi ada indikasi ke suatu upaya tindakan kriminal yang bisa berkembang pula untuk kegiatan terorisme,'' papar Kapolda usai menggembleng 537 perwira pertama polisi yang menduduki berbagai kepala kesatuan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Purwokerto, Rabu (2/5).

Perwira pertama polisi yang digembleng selama dua jam oleh Kapolda terangkum dalam kegiatan ''Pencerahan, Pelatihan, Peningkatan, Kemampuan Kapolsek dan Kapolsekta''.

Mereka terdiri atas 518 Kapolsek dan Kapolsekta, tujuh Kasatpolair, 11 Komandan Detasemen (Danden) dan Komandan Kompi (Danki) Brimob serta satu orang Kepala Pos Polisi (Kapospol) Nusakambangan, Cilacap.

Pupuk Tertentu

Menyinggung pupuk yang dibisa digunakan untuk membuat campuran bom, Kapolda tidak menunjuk satu merek maupun produksi pabrik tertentu.

Dia justru menunjuk jenis pupuk tertentu yang antara lain kandungan bahan kimianya seperti fospatnya cukup tinggi.

''Karena itulah kita akan memperketat jalur masuk dan distribusinya. Ini agar semua dapat mudah terdeteksi sejak dini. Digunakan untuk kepentingan apa saja pupuk yang beredar di pasaran,'' terang dia, didampingi Kepala SPN Purwokerto Kombes Drs Moch Iriawan SH MM dan pejabat Polda Jateng lainnya.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menyambut rencana kedatangan sebanyak 20.000 ton pupuk Kaltim (PKT) dari Bontang.

Koordinasi yang dilakukan, antara lain, menyangkut pengawalan. Baik saat masuk ke perairan wilayah hukum Satpolair Polda Jateng. Hal sama juga dilakukan dengan jajaran kepabaenan di Pelabuhan Tanjung Emas.

Selain itu, soal tata niaganya dan distribusinya untuk kepentingan pertanian apakah memang harus berbentuk pupuk curan (prill) atau berbentuk butiran yang dikemas dalam berbagai karung.

Menyangkut upaya penggeledahan di kapal pengangkut untuk meminimalisasi terjadinya pencurian, akan dilakukan sepanjang ada permintaan dari PKT dan kepabaenan.

''Kalau ada permintaan akan kita lakukan. Kita hanya sebatas mengawasi. Kalau ditemukan unsur kriminalnya, kita yang akan proses kasusnya,'' tutur Kapolda.

Bagi dia, yang penting dilakukan adalah jangan sampai pupuk yang sebenarnya digunakan untuk pertanian disalahgunakan untuk kepentingan lain, seperti untuk bahan campuran membuat bom.(D12,H21-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA