logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 NASIONAL
Line

Pendapatan Pajak Reklame

Nama Semar Diganti Khong Guan

SEMARANG- Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Thontowi Jauhari menyayangkan penamaan gambar wayang di sepanjang Jl Pahlawan Kota Semarang dengan nama-nama produk biskuit.

''Penamaan itu tidak mendidik. Kami khawatir, anak-anak sekolah menyebut Semar itu namanya Khong Guan atau Nissin. Kalau tidak salah, di Jl Pahlawan ada lima lambang wayang dan semuanya diberi nama produk biskuit produk Nissin,'' kata Thontowi Jauhari, Rabu (2/5), di Gedung Berlian.

Gambar wayang itu berada di Jl Pahlawan, depan Gedung Berlian atau DPRD Jateng. Di bawah lambang wayang tersebut, ditulis beberapa produk biskuit.

''Ini adalah cermin keserakahan otonomi daerah dan rendahnya apresiasi pemimpin daerah terhadap budaya,'' ungkap anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia yakin, yang mendorong pemasangan nama produk makanan itu hanya persoalan pendapatan dari pajak reklame. Karena itu, pemasangan itu merupakan cermin keserakahan dari Pemerintah Kota Semarang.

''Pemerintah Kota Semarang itu hanya cari gampangnya saja. Saya minta Pak Sukawi, Wali Kota Semarang agar mengganti tulisan tersebut dengan nama aslinya. Kalau gambarnya Semar, ya bawahnya ditulis Semar, bukan Khong Guan,'' jelas dia.(G17-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA