| Kamis, 03 Mei 2007 | NASIONAL |
FPKB Akan Patuhi Keputusan DPPSEMARANG- Fraksi PKB DPRD Jateng sepakat akan mengikuti dan melaksanakan semua keputusan DPP PKB setelah penarikan Ketua DPW Abdul Kadir Karding ke DPP. Kesepakatan itu diutarakan anggota FPKB Ali Mansyur HD, Slamet HS, dan Husein Syifa, seusai menggelar rapat internal di Ruang Fraksi PKB Gedung Berlian, Rabu (2/5). Rapat internal digelar seusai Paripurna DPRD Jateng dengan agenda Pembahasan Hasil Reses. Hadir delapan orang, selain ketiganya adalah AH Khaeruri, Zaenal Arifin, Yazid Mahfudz, Zainuddin, dan HM Muzamil. Sementara yang tidak hadir namun pamit adalah Noor Rosyadi, KH Hanif Muslich, Haritsah Yusuf, Kautsar Asovia, dan Zuhar Mahsun. Sementara Musthofa Abdul Hadi dan Abdul Kadir Karding tidak hadir. Ali Mansyur yang juga wakil ketua FPKB mengatakan, fraksi sebagai kepanjangan tangan partai akan mengikuti keputusan DPP. ''Kami siap mendukung dengan komitmen penuh,'' katanya. Respons Baik Keputusan DPP untuk menarik Abdul Kadir Karding menjadi pengurus DPP ditanggapi secara arif oleh para kiai sepuh di Jawa Tengah. Menurut salah satu kiai yang berpengaruh di Wonogiri, KH A Azis, partai berhak menempatkan kadernya di manapun posisinya. Sebagai kader, Karding telah merespons keputusan DPP secara baik. Hanya saja, ungkapnya, selama ini dikabarkan alasan penarikan tersebut lantaran tidak mendapat dukungan para kiai di Jateng. Menurut dia, alasan semacam itu perlu diluruskan. ''Selama ini dikabarkan Karding ditarik ke DPP lantaran tidak didukung para kiai. Kami justru bingung sesungguhnya kiai yang mana yang tidak mendukung PKB Jateng,'' tegasnya. Ia memandang kelebihan dan kekurangan seorang pemimpin itu pasti ada. Apalagi Karding masih muda. Kalaupun ada ketidakcocokan atau kurang berkenan dengan kepemimpinannya, hal itu wajar. Apalagi jika yang dimaksud para kiai yang tidak mendukung Kadir ini berasal dari kelompok yang menentang PKB Pascamukmatar II Semarang. ''Kalau itu yang dimaksud akhirnya menjadi lumrah. Itu buah dari konsekuensi Karding yang membela hasil-hasil Pascamuktamar II Semarang,'' tandasnya. Ketua Dewan Syuro DPC Wonogiri Kiai Mashudi menambahkan antara DPW PKB dan para kiai telah terjadi hubungan kultural dan silaturahmi yang sangat kuat. Ia mencontohkan, para Ketua Dewan Syuro DPC PKB se-Jateng juga ke DPP dan sowan Gus Dur yang dikoordinasi DPW PKB, Senin (16/4). ''Jika secara struktural dan kultural hubungan antara DPW dan para kiai tidak berjalan, mana mungkin kegiatan itu terlaksana,'' ungkapnya. ''Selama ini, Mas Kadir itu selalu rajin sowan ke para kiai. Bahkan mohon maaf, daerah yang basis massa PKB-nya kering seperti Wonogiri juga menjadi perhatian serius dari PKB Jateng. Kiai-kiai di Wonogiri seperti KH Muhammad Muslih, Tirtomoyo dan Kyai Ummar juga sangat mendukung dan perhatian terhadap perkembangan PKB Jawa Tengah.'' Wakil Sekretaris DPW PKB Jateng Asrofi mengatakan, setiap ada kegiatan di DPC, Kadir selaku Ketua DPW selalu sowan ke para kyai sepuh di wilayah DPC. Karena Kadir paham betul para kyai itu sangat berpengaruh bagi perkembangan PKB. Di lain pihak, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengemukakan, sampai kemarin belum diberitahu baik secara lisan maupun tertulis oleh DPP PKB, terkait hasil rapat yang menunjuk dirinya sebagai Pjs Ketua DPW Jateng. (H7,G17,pr-60) |