| Kamis, 03 Mei 2007 | NASIONAL |
KRIMINALDistribusi Beras Raskin TergangguUNGARAN- Tersangka yang berperan sebagai juru timbang, Suwarsono, diduga mengelabuhi kepala gudang Dolog Bawen terkait kasus pencurian beras untuk warga miskin (beras raskin) di gudang tersebut. Kepada polisi, Suwarsono mengaku hanya 2,5 ons yang diambil dari setiap sak isi 20 kg beras. Namun sejumlah buruh mengaku mengambil lebih dari 2,5 ons. Hal ini terungkap saat Satreskim Polres Semarang menimbang beras yang sudah dicuri tersebut. Pantauan Suara Merdeka, dua sak beras yang semestinya 40 kg, di jarum timbangan menunjukkan 38 kg. ''Jadi, yang diambil untuk setiap sak isi 20 kg tidak hanya 2,5 ons, tapi 1 kg,'' kata Kapolres AKBP Drs Hariono didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Purwanto SH, kemarin. Polisi masih mendampingi pejabat baru kepala gudang Slamet Wicaksono melakukan verifikasi jumlah stok beras di gudang tersebut. Dalam pengecekan, sejumlah staf Sub Divre I juga turut serta. Di sela-sela verifikasi, sebagian beras untuk menambah stok di gudang mulai dimasukkan. Namun untuk keluar atau distribusi beras raskin belum bisa dilakukan. Distribusi beras bagi warga miskin di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga masih terganggu. Hal ini terkait dengan pengungkapan kasus pencurian beras di gudang ini oleh Polres Semarang pada Minggu (29/4). Menurut seorang staf di gudang ini, semestinya penyaluran raskin dilakukan mulai 1 Mei untuk 19 kecamatan di Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Kecolongan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Semarang The Hok Hiong menjelaskan, Pemkab Semarang dalam hal ini kecolongan. Menurut dia, selain staf Dolog beserta jajarannya, yang perlu diperiksa polisi adalah pihak ketiga atau pedagang yang kulakan di gudang tersebut. ''Misalnya saya kulak ke Bulog 20 ton, tapi tanda terimanya 25 ton. Yang 5 ton beras Bulog (dimungkinkan hasil curian). Berarti ada pihak ketiga yang menerima uang lalu diserahkan ke Bulog lagi,'' ungkap dia. Untuk membersihkan kegiatan ini tentu manusianya harus dididik. Kalau perlu pejabat nakal segera diganti. Satgas Raskin dari Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, hingga pukul 12.00 belum bisa mengambil raskin. Satgas yang mewakili 13 desa yakni dari Tawang, Timpik, Koripan, Kemetul, Muncar, Ngasinan, Badra, Bakalrejo, Ketapang, Susukan, Sidoarjo, Kenteng, dan Gentan. Tri Wanto, Satgas Raskin perwakilan Desa Tawang, menjelaskan, dia datang ke kantor Bulog sekitar pukul 08.00. ''Tadi dijanjikan pukul 09.00 tapi kok sampai sekarang belum ada kejelasan. Repotnya, nanti uang transportasinya bagaimana kalau kami pulang tanpa membawa beras,'' ujar dia. (H14-60) |