logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 NASIONAL
Line

Rafa Hargai Pemain dan Fans


RAYAKAN KEMENANGAN: Bek Liverpool Daniel Agger (dua dari kanan) merayakan gol bersama rekan-rekannya. Liverpool lolos ke final setelah menang adu penalti atas Chelsea. (57)

LIVERPOOL - Pelatih Liverpool Rafael ''Rafa'' Benitez menghargai kegigihan para pemainnya dan semangat fans di Anfield, setelah Steven Gerrard cs mengalahkan Chelsea dalam drama adu penalti, Rabu dini hari WIB kemarin, untuk melangkah ke final Liga Champions.

Liverpool, yang kalah 0-1 pada laga pertama semifinal pekan lalu, menyamakan kedudukan melalui gol Daniel Agger di menit ke-22, dan akhirnya menang 4-1 melalui adu penalti.

Dalam adu penalti, empat eksekutor Liverpool, Boudewijn Zenden, Xabi Alonso, Steven Gerrard, dan Dirk Kuyt menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Di kubu Chelsea, hanya tendangan Frank Lampard yang masuk. Sementara eksekusi Arjen Robben dan Geremi berhasil digagalkan kiper Pepe Reina.

"Saya pikir mereka tahu bagaimana mengalahkan Chelsea hari ini. Mereka bermain gigih dan bersemangat," kata Rafa dalam konferensi pers seusai The Reds mengulang kemenangan semifinal atas juara Inggris itu pada 2005.

"Mendengar suara para pendukung di belakang Anda seperti hari ini, saya rasakan mereka bermain sangat gigih. Saya sungguh bangga dengan para pemain saya," lanjutnya.

Rafa mempunyai gambaran tersendiri tentang suporter di Anfield. Dia menganggap fans seperti pemain ke-12. "Para pendukung sungguh fantastis, suasananya luar biasa. Semua menjadi sempurna," tandasnya.

Dengan hasil itu, Steven Gerrard cs tinggal menunggu pemenang antara Mancehster United dan AC Milan. Final akan digelar di Athena, 23 Mei mendatang. Klub Merseyside itu mengincar gelar keenamnya di Champions League.

Mourinho Patah Hati

Kalau The Reds bersuka cita, kubu The Blues dibuat kecewa. "Saya patah hati dengan kekalahan itu,'' ujar Pelatih Chelsea Jose Mourinho.

Meski demikian, dia menilai John Terry cs mendominasi permainan lebih lama. Menurut dia, Liverpool hanya sebentar bermain bagus pada babak pertama.

"Saya pikir suasana stadion bukan penyebab sesuatunya. Adu penalti adalah bagian dari pertandingan dan mereka lebih kuat daripada kami,'' paparnya.

Mourinho, yang pernah membawa Porto menjuarai Liga Champions 2004, ternyata gagal mengulanginya bersama Chelsea. Kendati begitu, dia belum legawa mengakui kegagalnya.

''Secara keseluruhan, kami tampil lebih baik dan pantas menembus final,'' tuturnya.

Mourinho mungkin lupa, dalam pertandingan bukan permainan yang dinilai, karena yang terpenting adalah hasil akhir. (rtr,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA