| Kamis, 03 Mei 2007 | MURIA |
Pasar Jepara Akan Dilengkapi IPALJEPARA- Pembangunan Pasar Jepara I tahap kedua, dimulai Rabu (2/5). Pemkab mengalokasikan dana Rp 16,5 miliar dari APBD. Salah satu fasilitas yang dibangun mulai Mei ini, instalasi pengolahan air limbah (IPAL). ''Prinsipnya, pasar ini akan menjadi tempat perbelanjaan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman. Untuk menunjang hal itu di pasar ini akan dibangun IPAL,''kata Bupati Hendro Martojo saat membuka pembangunan pasar tahap kedua, kemarin. Menurut dia, IPAL itu untuk menangani limbah air dari barang dagangan yang basah, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan hasil laut. Limbah itu akan diolah dan ditampung lalu dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara. Pembukaan pembangunan pasar dihadiri 20 rekanan, perwakilan pedagang, dan perwakilan dinas terkait. Pembangunan tahap kedua ini berlokasi di separo bagian pasar sebelah barat yang ludes terbakar 18 Januari lalu. Kios Darurat Untuk sementara, ribuan pedagang yang semula menempati los dan kios yang terbakar berjualan di kios-kios darurat di sekitar pasar. Pembangunan tahap pertama tahun 2006 lalu dialokasikan dana Rp 10 miliar kini sudah hampir selesai. Sebagian telah ditempati pedagang terutama di lantai bawah. Sedangkan lantai atas masih kosong, meski kini di tiap kios dan los sudah tertera nama calon penghuninya. Di pasar baru tersebut, akses menuju los dan tiap kios lebih mudah terjangkau. Dari sisi bangunan mirip mal. Namun, sistem pengelolaannya tetap pasar tradisional. Perangkat kabel listrik di pasar tersebut juga dibikin standar, untuk mencegah beban arus yang berpotensi menimpulkan kebakaran. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir Sholih MM mengatakan, pasar baru tersebut nantinya bisa dihuni lebih dari 2.000 pedagang. Ia berharap 20 rekanan bisa menyelesaikan pembangunan konstruksi hingga tuntas dalam tujuh bulan. Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Jepara I Supriyadi berharap, kontraktor memperhatikan kualitas bangunan. ''Yang kami harapkan adalah kualitas bangunan. Kami tetap akan memantau pembangunan ini,'' katanya. (H15-63) |