logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 KEDU & DIY
Line

Lagi, Satu Bayi Kembar Lima Meninggal

YOGYAKARTA- Seorang bayi kembar lima kembali meninggal, Selasa (1/2). Sehari sebelumnya salah seorang bayi dari kelimanya juga meninggal. Jadi, kini hanya tinggal tiga yang masih hidup dan berada di ruang inkubator.

Kepala Humas RS Sardjito, Heru Trisna Nugraha mengungkapkan, bayi tersebut terlahir pada urutan keempat dengan berat waktu lahir 1.080 gram sedangkan yang meninggal sehari sebelumnya terlahir ketiga dengan berat 730 gram.

Seperti diberitakan, pasangan Rudi Kuswoyo dan Yulis dari Pacitan, Jawa Timur memiliki anak kembar lima. Mereka lahir secara prematur karena usia kandungan baru 29 minggu dari yang seharusnya 40 minggu. Kelimanya lahir secara normal tanpa melalui operasi. Namun karena usianya masih sangat muda, mereka terlahir dengan berbagai kelainan.

Ibu bayi, Yulis, menurut tim dokter yang menangani, menderita hipertensi, sehingga melahirkan dalam usia kandungan belum waktunya. Dokter sudah mengusahakan agar usia kandungan bisa bertahan, namun akhirnya Yulis tetap melahirkan sebelum masa kelahiran.

Heru menjelaskan, tiga bayi yang masih hidup saat ini masih dalam perawatan intensif tim dokter. Pihak rumah sakit mengerahkan seluruh upaya agar ketiganya dapat bertahan, meski saat ini mereka menderita gangguan hati dan kulitnya berwarna kuning.

''Kondisi seperti itu biasanya memang terjadi pada bayi prematur yang masih lemah dan harus dibantu agar bisa bertahan hidup,'' ujar Heru.(D19-21)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA