logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 INTERNASIONAL
Line

LINTAS JAGAT

Iran Utangi Irak 1 Miliar Dolar

TEHERAN - Iran memberi pinjaman sebesar satu miliar dolar (sekitar Rp 9 triliun) untuk proyek pembangunan kembali Irak. Pinjaman itu ditawarkan menjelang konferensi internasional untuk menstabilkan Irak. Konferensi internasional itu akan membahas rencana untuk menstabilkan Irak.

Ali Larijani, juru runding nuklir Iran, mengatakan komite pakar dari kedua negara tengah membahas kemungkinan proyek-proyek pembangunan, termasuk beberapa proyek energi.

''Kami siap melaksanakan proyek-proyek ekonomi di Irak. Untuk tujuan ini, kami mengalokasikan dana satu miliar dolar dalam bentuk utang,'' kata Larijani.

Keputusan Iran untuk berpartisipasi dalam konferensi telah memperbesar kemungkinan pertemuan langsung yang langka antara pejabat tinggi Iran dan Amerika Serikat.

Namun Larijani mengecam Amerika Serikat. Dia menuduh mantan dubes AS di Irak berunding dengan para teroris. ''Kami punya informasi bahwa AS mengadakan perundingan dengan teroris. Dubes Amerika untuk Irak berbicara dengan para pemimpin kelompok ini beberapa bulan lalu,'' katanya.

Zalmay Khalilzad, mantan Dubes AS untuk Irak, menyatakan pejabat Amerika dan Irak berunding dengan utusan kelompok perlawanan dengan harapan menjauhkan lebih banyak kelompok suni dari Al-Qaedah. Dubes AS saat ini, Ryan Crocker, bulan lalu mengatakan otoritas AS tidak akan beruding dengan ''teroris'', tampaknya untuk membedakan antara Al-Qaedah di Irak dan kelompok perlawanan suni yang menentang proses politik.(ap-niek-26)

10.000 Ibu Kampanye ASI

MANILA - Sekitar 10.000 ibu Rabu kemarin menggelar acara menyusui bayi untuk memecahkan rekor dan sekaligus kampanye kesadaran pentingnya air susu ibu (ASI). Mereka berkumpul di sekitar 300 rumah sakit pemerintah dan swasta, pusat-pusat kesehatan masyarakat, dan taman-taman di seluruh Filipina.

Di Filipina, hanya sekitar 16 persen ibu yang memberi ASI bagi bayinya. United Nations Children's Fund (UNICEF) menyatakan, rendahnya kesadaran ASI memperburuk kondisi kesehatan bayi.

''Pemberian ASI terus menurun di Filipina,'' kata Direktur Komunikasi UNICEF Dale Rutstein. Di Manila, sekitar 1.000 ibu berkumpul di lapangan basket untuk menyusui serentak.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA