logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 03 Mei 2007 INTERNASIONAL
Line

Bush Veto RUU Penarikan Pasukan

WASHINGTON - Presiden George W Bush memveto rancangan undang-undang anggaran perang yang mengatur soal penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak mulai tahun ini. Langkah Bush itu membuat berang kubu Partai Demokrat.

''Penetapan jadwal penarikan pasukan sama artinya dengan menetapkan kegagalan. Cara itu tentu saja tidak bertanggung jawab,'' kata Bush dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional, tak lama setelah dia memveto RUU tersebut.

Di depan Gedung Putih, para demonstran antiperang meneriakkan yel-yel ''stop perang sekarang juga''. Perang di Irak telah berlangsung selama empat tahun dan menewaskan puluhan ribu warga sipil.

RUU tersebut mengalokasikan dana 124 miliar dolar AS untuk perang Irak dan Afghanistan. Namun syaratnya, pemerintah harus menarik pasukan dari Irak mulai Oktober tahun ini sampai Maret 2008.

Bush mengatakan akan mengusulkan RUU pengganti yang didasarkan pada penilaian para komandan militer, bukan opini politikus. Para wakil Demokrat di House of Representatives (DPR) berencana mengadakan voting untuk menentang langkah Bush tersebut.

Berunding

''Presiden menginginkan cek kosong. Kongres tidak akan memberikannya,'' kata Ketua DPR Nancy Pelosi yang merupakan wakil Demokrat dari Negara Bagian California, kemarin.

Bush mengundang para pemimpin Kongres ke Gedung Putih untuk membahas langkah-langkah selanjutnya. ''Saya yakin, dengan kemauan baik dari kedua pihak, kita dapat secepat mungkin menyetujui RUU yang memberikan dana dan kelonggaran waktu kepada pasukan,'' kata Bush.

Pelosi berjanji akan berunding dengan Bush untuk menemukan kesamaan pendapat. ''Namun ada perbedaan besar antara dia dan kami sekarang,'' ujar Pelosi.

Ketua faksi mayoritas Senat Harry Reid (wakil Demokrat dari Nevada) menambahkan, ''Jika presiden mengira dengan memveto RUU ini dia akan menghentikan upaya kami untuk mengubah strategi perang, maka dia jelas keliru.''

Hampir 100 miliar dari 124 miliar dolar anggaran itu akan digunakan untuk mendanai perang di Irak dan Afghanistan selama tahun ini. Sisa dana 24 miliar dolar akan dimanfaatkan untuk proyek-proyek domestik yang dinilai tidak penting oleh Bush.

Proyek-proyek domestik itu misalnya pelayanan kesehatan untuk anak miskin, peningkatan upah minimum dan bantuan pertanian bagi pembangunan kembali wilayah yang diterjang tornado pada 2005.

Kubu Demokrat telah mengantisipasi kesulitan mengadakan voting untuk mengesampingkan veto Bush tersebut. Mereka berunding mengenai sejumlah pendekatan baru untuk mendanai perang dengan persyaratan yang mungkin diterima Gedung Putih.

Beberapa usulan pendekatan itu antara lain penetapan tolok ukur kemajuan pemerintah Irak dalam menciptakan stabilitas di negara Teluk itu. Namun masih belum jelas apakah kemajuan itu terkait dengan bantuan AS kepada Irak atau tidak.

Akhir-akhir ini, serangan gerilyawan makin sering terjadi di Irak, sehingga stabilitas dan ketertiban nyaris tidak ada di negara itu.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA