| Kamis, 03 Mei 2007 | BUDAYA |
AGENDAPameran Tunggal Suwadji BastomiSEMARANG - Prof Suwadji Bastomi, guru besar (emeritus) Seni Rupa FBS Unnes, menggelar pameran tunggal ''Multidimensional 2007''. Suwadji bakal menampilkan sekitar 20 karya lukis dan patung terbaru periode 2000-2006. Pameran yang direncanakan dua hari itu di hall Balai Kota, Jalan Pemuda, Semarang, itu dibuka secara resmi pada hari ini. ''Multidimensional 2007'' adalah pameran tunggal keempat Suwadji. Sebelumnya, mantan Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Semarang itu berunjuk karya lewat ''Instrospeksi'' di Hotel Santika (1999), ''Campursari'' di Hotel Patra Jasa (2001), dan pameran tunggal di Hotel Grand Candi (2002). Di antara para pakar seni rupa, khususnya di Unnes, Suwadji terbilang produktif berpameran tunggal. Lewat pameran itu, Suwadji menunjukkan usia pensiun bukan halangan untuk berkarya. Pria kelahiran Nganjuk, 9 Juli 1933, itu tetap berkarya setelah purnatugas empat tahun lalu. (H9-53) Bedah Karya Kokoh Nugroho SEMARANG - Galeri Bu Atie, Jalan Borobudur Utara Raya Nomor 6, Manyaran, Semarang, akan menyelenggarakan acara bedah karya rupa, Jumat (4/5) pukul 19.30. Adji Noegroho akan menjadi "pembaca" karya-karya Kokoh Nugroho, dengan moderator Gunawan Budi Susanto. Hasil pembacaan awal itu akan direpresentasikan sebagai pemicu diskusi santai dengan perupa serta pengamat, penikmat, dan pegiat seni rupa. Program itu yang digagas bisa menjadi wahana membangun budaya kritik dari, oleh, dan untuk perupa dan dunia kesenirupaan itu diancangkan bakal diadakan secara rutin, sebulan sekali. (gbs-53) Nartosabdho Berduet dengan Manteb JAKARTA - Untuk kali pertama kali, penggemar wayang kulit bakal memperoleh suguhan pergelaran spektakuler. Itulah "duet" dalang legendaris mendiang Ki Nartosabdho dan Ki Manteb Soedharsono di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Kamis (10/5). Dalam siaran pers Creative Center, Senin (30/4), disebutkan suara asli Ki Nartosabdho dalam lakon Bradjadenta Mbalela dan Alap-alapan Sukesi yang direkam akan ditampilkan kembali dan disandingkan dengan Ki Manteb Soedharsono. "Konsep yang kami gagas itu memang unik," kata Bram Kushardjanto, produser yang menggagas pergelaran itu. Pergelaran wayang kulit yang direncanakan mulai pukul 19.00 itu akan diawali sambutan Gus Dur. (ant-53) |