SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 01 Mei 2007

Mempersoalkan apakah perjanjian ekstradisi antara Indonesia dengan Singapura bakal efektif atau tidak, hakikatnya memuat skeptisme tentang kualitas penegakan hukum kita. Khususnya menyangkut mentalitas aparat penegak hukum. Dalam hukum berlaku adagium, sebaik apa pun suatu peraturan, jika semangat yang menjalankannya tidak baik, akan sia-sia belaka. Sebaliknya, kunci dari pelaksanaan suatu peraturan adalah spirit dan komitmen yang ditopang oleh konsistensi.

Apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengganti menteri-menteri di bidang ekonomi? Banyak kalangan yang mengusulkan itu mengingat sekarang ini pertumbuhan ekonomi masih relatif lamban sementara sektor riil belum mampu digerakkan sehingga pengangguran dan kemiskinan meningkat. Bagi SBY, menteri-menteri di bidang ekonomi mestinya menjadi prioritas utama dan tidak usah terlalu mempertimbangkan usulan partai politik. Yang dibutuhkan adalah keahlian dan juga pengalaman.

Ada yang menilai bahwa perjanjian ekstradisi tersebut tak akan membawa perubahan apa pun dalam pengejaran koruptor. Pasalnya, pengadilan Singapura bisa saja menolak ekstradisi seseorang.

April 2007, siswa setingkat SMP dan SMA menghadapi Ujian Nasional (UN). Pada saat bersamaan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga menghadapi hal sama. Mereka mengikuti kegiatan serupa,...

BAGI para buruh dan aktivis yang peduli perburuhan, 1 Mei merupakan hari bersejarah. Kaum buruh di Indonesia hingga sekarang belum mendapatkan hak-haknya sesuai dengan tingkat kebutuhan serta martabat yang diharapkan.

Korupsi, sudah menjadi tren atau budaya bahkan negeri ini dinobatkan sebagai terkorup ke-5 dari 146 negara dunia. Mulai pejabat hingga elite politik melakukan tindak korupsi dengan alasan tuntutan ekonomi.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA