SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Selasa, 01 Mei 2007

JAKARTA -Dirut Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Sigit Pramono mengakui, pihaknya masih kesulitan melakukan fungsi intermediasi perbankan.

JAKARTA-Sesuai perkembangan harga minyak di pasar internasional, PT Pertamina (persero) akan menaikkan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) terhitung mulai 1 Mei 2007. Untuk Pertamax, kenaikan bervariasi dan maksimal mencapai Rp 500 di wilayah Jakarta (UPms III).

GLOBALISASI yang mengalir deras tiga dekade ini, antara lain ditandai makin maraknya perusahaan multinasional (multinational corporations-MNC) masuk ke negara kita. MNC tak hanya bergerak dalam level usaha raksasa, seperti pertambangan atau industri, tapi sudah merambah sektor perdagangan eceran atau ritel. Wilayah bisnis nya tak lagi cuma di kota besar, melainkan merangsek hingga kota kabupaten.

SEMARANG-Meski ada klaim harga minyak sawit mentah di pasar dunia mulai menurun, harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional masih menunjukkan tren meninggi. Kemarin, harga minyak goreng tanpa merek di sejumlah pasar tradisional mencapai Rp 7.600-Rp 8.000/kg. Tingginya harga minyak goreng ini dikeluhkan konsumen rumah tangga dan pengusaha jasa boga. Ambar, pedagang di Pasar Bulu, mengatakan kenaikan yang terjadi terbilang tinggi, yakni antara Rp 500-Rp 1.000/kg.

JAKARTA-Peluang terjadinya deflasi pada bulan April 2007 dinilai cukup masuk akal, karena ada panen raya. Meski masih ada tekanan terhadap inflasi di bulan April, panen raya dan stabilnya harga bisa membuat deflasi.

JAKARTA-Pemerintah membuka peluang investasi sebesar-besarnya kepada investor lokal dan asing untuk pengembangan infrastruktur kereta api di Sumatera dan Kalimantan. 

MALANG-Menghadapi musim giling mendatang, PG Kebon Agung Malang akan investasi mesin sekitar Rp 75 miliar. Kebijakan ini untuk meningkatkan kapasitas giling dari 6.000 TCD (ton cane day/ton tebu per hari) menjadi 8.000 TCD. Pimpinan Pabrik Kebon Agung, Sudibyo mengakui ke depan faktor persaingan semakin ketat. Apalagi pemerintah sewaktu-waktu bisa membuka keran impor gula.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA