| Selasa, 01 Mei 2007 | NASIONAL |
Dibatalkan, Investor Lama Tol
SEMARANG- Rencana pembangunan jalan tol Semarang-Solo tetap jalan terus. Menurut Kepala Dinas Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo, tidak ada rencana pemerintah pusat membatalkan proyek tersebut. ''Yang dibatalkan adalah investor proyek tol Semarang-Solo yang menang tender sebelum tahun 2003. Karena proyeknya tidak kunjung digarap, Bappenas lalu membatalkan investor itu. Jadi yang dibatalkan adalah proyek tol Semarang-Solo dengan investor lama,'' kata Danang, Senin (30/4) tanpa memerinci nama investor yang dimaksud. Adapun yang proyek tol Semarang-Solo yang sekarang digarap adalah proyek yang dikerjakan sejak 2004. Investornya ditunjuk oleh Menteri Pekerjaan Umum, yakni PT Jasa Marga dengan syarat menyertakan Pemprov Jateng. Terkait dengan perkembangan terkini proyek jalan tol sejauh 76 kilometer itu, kata Danang, dalam waktu dekat akan ditandatangani kerja sama patungan antara PT Jasa Marga dan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) yang mewakili pemprov. ''Pendirian perusahaan patungan antara PT Jasa Marga dan PT SPJT sudah disetujui Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg-BUMN),'' kata dia. Dia mengungkapkan, proyek jalan tol Semarang-Solo tidak termasuk 21 proyek tol yang akan dibatalkan oleh Bappenas pada Juli 2007 nanti. Memang, semua rencana proyek tol yang diprogramkan pemerintah ada batasan waktu, tapi untuk proyek tol Semarang-Solo jalan terus karena ada progres yang baik sehingga tidak termasuk yang dibatalkan. Dia menjelaskan, setelah kerja sama pembentukan perusahaan patungan itu ditandatangani, dilanjutkan dengan pendanaan, pembebasan tanah, dan persiapan pelaksanaan fisik. Untuk pendanaan 60 % dari PT Jasa Marga dan 40 % oleh PT SPJT. Diperkirakan pendanaan jalan tol itu mencapai Rp 6,8 triliun. PT SPJT diberi kewenangan menggandeng investor lagi untuk menutup persentase yang menjadi kewajibannya itu, apabila perusahaan itu tidak mampu sendirian menyandang dana. Kesempatan pertama diberikan kepada pemkab/pemkot yang dilewati rute tol. Kalau tidak mampu, kesempatan berikutnya diberikan kepada investor atau lembaga pembiayaan swasta/BUMN. ''Sedang untuk pembebasan tanah, dijadwalkan pada akhir tahun ini selesai.'' Adapun pengerjaan fisik konstruksi, kata Danang, dikerjakan pada setiap seksi dari tanah yang telah dibebaskan itu. Jalan tol itu direncanakan memiliki 6 pintu tol yakni Semarang, Ungaran, Bergas, Bawen, Salatiga, dan Boyolali. (G17,H7-46) |