logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Mei 2007 NASIONAL
Line

Posisi Ketua DPW

Bisa dari Caretaker DPP

JAKARTA- DPP PKB rencananya malam ini (1/5) menggelar rapat dengan agenda membahas berbagai masalah, termasuk persoalan di DPW Jateng. Rapat akan digelar di kantor DPP Jalan Kalibata, Jakarta Selatan.

Berkaitan dengan persoalan di DPW PKB Jateng, muncul skenario menunjuk caretaker ketua atau pejabat sementara (Pjs) sampai terpilihnya kembali ketua yang akan menggantikan Abdul Kadir Karding.

Informasi yang diperoleh, jika menunjuk caretaker, maka diambilkan pengurus DPP dan kemungkinan besar Yenny Wahid. Putri Ketua Dewan Syuro KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu selama ini sebagai Wakil Sekjen dan juga sebagai Korwil Jateng.

Akan tetapi Wakil Bendahara DPP Aris Djunaidi yang dikenal dekat dengan Gus Dur membantah rencana penunjukan caretaker Ketua DPW Jateng. ''Tidak akan menunjuk Pjs ketua,'' ujarnya.

Menurutnya, Pjs ketua DPW Jateng akan diambil dari jajaran pengurus. Dalam hal ini dia menyebut nama Kholik Arif, Bupati Wonosobo yang juga pengurus dewan Syuro PKB. ''Dia kan bisa jadi Pjs,'' ujarnya.

Tugas Pjs Ketua DPW Jateng, lanjut Aris, menjalankan tugas-tugas ketua yang ditinggalkan Abdul Kadir Karding sampai terbentuknya pengurus baru hasil musyawarah wilayah luar biasa (Muswillub) yang khusus memilih Ketua DPW.

Seperti diketahui, Gus Dur belum lama ini mengatakan, Karding akan ditarik ke DPP. Penarikan itu berkaitan dengan usulan sejumlah kiai sepuh. Karena tidak melanggar AD/ART, Karding tidak bisa diberhentikan namun ditarik ke DPP.

Kecewa

Sementara itu Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jateng KH Hayatun Abdul Hadziq mengaku kecewa dengan manuver Abdul Kadir Karding yang menggelar pertemuan dengan ketua Dewan Syuro dan Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB se- Jawa Tengah, di kantor DPW, Senin (30/4).

Kekecewaan Gus Hayatun muncul karena pada pertemuan itu, dirinya tidak diajak bicara dan tidak diundang. Kekecewaan itu disampaikan kepada sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Jateng. Padahal Gus Hayatun masih menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro yang sah dan belum ada pencopotan dari DPP PKB.

Menurut Gus Hayatun, sebagai Ketua Dewan Syuro seharusnya dirinya diajak bicara oleh Kadir selaku Ketua Dewan Tanfidz yang akan segera dicopot. Aturan seperti ini merupakan aturan organisasi yang sah dan masih berlaku di PKB.

''Koordinasi antara jajaran Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz sangat perlu karena bertujuan agar roda organisasi PKB bisa berjalan sesuai dengan aturan yang benar,'' kata dia.

Dia menandaskan, langkah Kadir dengan menggelar pertemuan di kantor DPW PKB Jawa Tengah tidak etis karena tidak sesuai dengan etika yang berlaku di PKB. Justru itu malah bisa menodai PKB. Karena itu dia menyarankan bila Kadir ingin khusnul khotimah pada masa akhir kepengurusannya di PKB Jawa Tengah, perlu menjadi contoh yang baik dengan tidak memanfaatkan partai.

''Dia harus berlaku sesuai dengan garis organisasi, sehingga PKB bisa diterima kembali oleh warga NU dan para kiai.''

Di hadapan para ketua DPC, Abdul Kadir Karding menyatakan menerima apapun yang menjadi keputusan Gus Dur terkait posisinya sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Sebagai kader Gus Dur, dia mengaku bertekad untuk selalu takdzim dan mematuhi apa yang menjadi kehendak Gus Dur.

Namun Kadir memberikan catatan, hendaknya sikap dan keputusan dirinya itu diimbangi aturan main organisasi sebagaimana mestinya.

Dalam forum itu Karding menegaskan sikap akan selalu mengemban amanat apapun dari Gus Dur. ''Hal itu sebagai upaya menyelamatkan dan membesarkan partai. Karena itu saya tidak ingin terjebak polemik yang berlarut-larut, yang akhirnya membuat suasana PKB Jateng menjadi tidak kondusif dan merusak masa depan PKB.''

Dia juga yakin Gus Dur punya perspektif lain untuk mengembangkan PKB Jateng. ''Jadi saya sangat legawa, apalagi menurut Gus Dur tidak pelanggaran terhadap AD/ ART.''

Karding mengingatkan, keputusan apapun yang diambil Gus Dur menyangkut eksistensinya di DPW PKB Jateng disikapi arif oleh para pengurus DPW, DPC, PAC dan simpatisan PKB.

Menanggapi kekecewaan Gus Hayatun, Wakil Sekretaris Dewan Tanfidz DPW PKB Jateng Zein Adv mengatakan, pertemuan dengan DPC-DPC bukan forum manuver politik yang dilakukan Karding, melainkan forum pamitan ketua DPW kepada cabang-cabang.

''Prinsipnya semua diundang bukitnya Wakil Ketua Dewan Syuro KH Syamsul Maarif juga hadir dan memberikan sambutan. Teknis undangan lewat telepon oleh staf-staf kesekretariatan,'' kata dia.

Sekretaris Dewan Syuro Asrofi Masyito, Wakil Sekretaris Dewan Syuro M Mahsun juga hadir. ''Barangkali handphone Gus Hayatun sedang tidak aktif,'' kata Zain Adv didampingi Humas DPW PKB Jateng Sukirman. (di,G17,H7-46,49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA