| Selasa, 01 Mei 2007 | SEMARANG |
''Jangan Gegabah di Jalan''SALATIGA- Jangan sekali-kali menganggap remeh saat berada di jalah raya, karena lokasi tersebut merupakan tempat yang sangat berisiko dan berbahaya bagi keselamatan manusia. Namun kenyataannya, kesadaran masyarakat terhadap pemahaman itu masih rendah. ''Sayangnya, orang baru sadar jalan merupakan tempat yang sangat berisiko setelah mereka kecelakaan. Karena itu, perlu kesadaran diri sejak awal agar terhindar dari bahaya,'' kata Kasatlantas Polres Salatiga AKP Hery Purnomo, saat menjadi inspektur upacara di SMA Kristen 1 Jalan Osamaliki, Senin (30/4) pagi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari acara pekan keselamatan transportasi di jalan bagi pelajar yang dicanangkan Dirlantas Polda Jateng. Menurut Hery, salah satu upaya menghindari risiko kecelakaan di jalan, dengan tidak melakukan kebut-kebutan, arak-arakan saat kelulusan, dan lainnya yang berbahaya. Kesadaran menghindari kecelakaan juga dilakukan dengan mengenakan helm standar, membatasi kecepatan, memakai sabuk pengaman untuk mobil, dan menggunakan kelengkapan kendaraan seperti kaca spion dan klakson. ''Jangan lupa pula melengkapi dengan surat-surat kendaraan dan SIM,'' tuturnya. Diungkapkan pula, kecelakaan lalu lintas dengan korban usia produktif pada usia 15-40 tahun terjadi peningkatan, seiring dengan pertambahan penduduk, peningkatan jumlah kendaraan, dan aktivitas masyarakat menggunakan jalan. Berdasarkan laporan kecelakaan lalu lintas secara nasional selama 2006 lalu, diketahui jumlah korban meninggal 33 orang/hari, luka berat 36 orang/hari, dan 75 orang luka ringan/hari. Dari data tersebut disimpulkan, jalan raya merupakan lokasi yang sangat berisiko. (H2-37) |