logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Mei 2007 SEMARANG
Line

Sri Yuliani Diberhentikan dari Sekretaris Komisi III

GEDUNG DEWAN- Komisi III (pembangunan) DPRD Kota Salatiga akhirnya sepakat memberhentikan Sri Yuliani dari jabatannya sebagai sekretaris komisi tersebut. Keputusan itu diambil dalam rapat komisi, Senin (30/4) pagi.

Ketua Komisi III Teddy M Sulistyo SE mengatakan, hasil rapat komisi itu akan disampaikan kepada pimpinan dewan. Keputusan itu juga didasarkan pada pertimbangan dan hasil konsultasi anggota komisi, dengan fraksinya masing-masing. ''Surat usulan penggantian jabatan Sri Yuliani, setelah rapat ini langsung kami kirimkan kepada pimpinan DPRD,'' kata Teddy setelah rapat komisi itu.

Kemudian, 6 orang dari 9 anggota Komisi III yang hadir dalam rapat itu, juga memutuskan hari ini akan digelar rapat untuk menggendakan pemilihan sekretaris baru. Disinggung soal calon pengganti Sri Yuliani, Teddy belum menjelaskan. Menurutnya secara demokratis, semua anggota Komisi III bisa menjadi sekretaris.

Dalam pertemuan kemarin, Sri Yuliani sendiri tidak hadir. Beredar kabar jika Sri Yuliani izin karena sakit. ''Mbak Yuliani sebelum rapat sudah mengabarkan secara lisan kepada saya jika tidak bisa hadir,'' jelasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa pekan lalu anggota Komisi III mengusulkan agar digelar rapat komisi membahas usulan penggantian Sri Yuliani sebagai sekretaris. Surat yang ditujukan kepada Ketua Komisi III Teddy Sulistyo itu, ditandatangani H Toto Suprato (PKPI), Tony Wakum (PDS), Fathurrahman SE (PKS), Ning Indarti (Partai Golkar), dan Arif Budiyanto (Partai Demokrat). Sebelumnya DPRD Salatiga telah me-roling Sri Yuliani dalam keanggotanannya sebagai Panitia Anggaran, menjadi keanggotaaan Panitia Musyawarah.

Usulan penggantian, didasari pertimbangan dalam peningkatan kerja komisi dan dalam rangka menjaga integritas dan kredibilitas komisi.

Tuntut Pemecatan

Dewan Koordinasi Cabang Gerakan Pemuda Kebangkitan (Garda) Bangsa menuntut DPC PKB Kota Salatiga bertindak tegas dengan memecat Sri Yuliani. Ketua Garda Bangsa Safrudin, melalui Komandan Garda Bangsa Saiful Mashud menilai Sri tidak disiplin dan mencemarkan nama baik partai.

Menurut Saiful, ada beberapa pertimbangan pemecatan, salah satunya terkait masalah pribadi Yuliani dengan seorang pejabat. Namun usulan itu tidak berkait pencalonan Yuliani, sebagai Ketua DPC PKB dalam Muscab mendatang.

Saat Sri Yuliani dihubungi, dari ponselnya hanya terdengar nada dering tetapi tidak diangkat. Ketika diminta konfirmasinya beberapa waktu lalu, dia juga enggan berkomentar. Yuliani hanya berkata, jika semua yang dilakukan selama ini tidak lepas dari tugas dan fungsi pokoknya sebagai anggota Dewan dalam melayani masyarakat. (H2-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA