logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 01 Mei 2007 SEMARANG
Line

Pancaroba, Penderita Diare Meningkat

DEMAK- Jumlah penderita diare di Kabupaten Demak terus bertambah. Hampir setiap hari terdapat pasien baru di RSU Sunan Kalijaga, RSI NU, dan ruang rawat inap Puskesmas Wedung 1. Jumlah itu belum termasuk pasien yang berobat jalan di bidan atau dokter yang buka praktik di rumah.

Humas RSU Sunan Kalijaga Demak Sukarjo SKM mengatakan, jumlah pasien kelas tiga untuk anak-anak kebanyakan diisi penderita diare. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Demak.

''Saat ini 60% tempat anak-anak diisi pasien diare,'' katanya.

Penderita diare biasanya kekurangan cairan, karena sering muntah dan buang air besar. Penanganannya tidak terlalu berat, hanya membutuhkan tambahan cairan dengan infus dan antibiotik. Hanya saja, kalau pasien terlambat dibawa ke dokter atau rumah sakit, bisa berakibat batal.

''Memang pengobatannya mudah, tetapi kalau datangnya sudah kritis akan menjadi sulit mengobati,'' tuturnya.

Pengaruh Cuaca

Menurut dokter Puskesmas Wedung, Syaiful Mujab, tingginya jumlah penderita diare dipengaruhi oleh cuaca, sanitasi kesehatan lingkungan, dan daya tahan tubuh.

Saat ini sudah mulai memasuki pancaroba. Pergantian musim ini memacu tumbuhnya bakteri penyebab diare. Biasanya yang paling rawan terkena penyakit ini adalah anak-anak dan mereka yang kondisi fisiknya lemah.

Dalam satu minggu, lanjut dia, tidak kurang dari 10 pasien memerlukan perawatan medis hingga rawat inap. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dari keluarga miskin.

Meski penyakit tersebut tergolong mudah disembuhkan, menurutnya, tetap perlu diwaspadai. Sebab, diare menyerang perut hingga mengakibatkan penderita membutuhkan cairan yang banyak. Langkah yang diperlukan agar tahan dari bakteri ini adalah dengan menjaga kesehatan seperti berolahraga dan menjaga kebersihan lingkungan.

''Kebanyakan kondisi lingkungan di Demak kurang sehat, sehingga memacu tumbuh suburnya bakteri ini,'' katanya.

Sutinah, warga Wedung yang anaknya, Siti (5), dirawat karena diare menuturkan, semula dia mengira anaknya hanya sakit panas.

Namun, selama dua hari anak ketiganya itu buang air besar, kondisi tubuhnya terus melemah. Karena khawatir sakitnya bertambah parah, ia pun membawanya ke puskesmas untuk rawat inap. (H1-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA