| Selasa, 01 Mei 2007 | SEMARANG |
Pasien Suspect Flu Burung MeninggalGROBOGAN- Warga Desa Ledokdawung, Kecamatan Geyer, Ag (12), yang diduga terjangkit flu burung, Minggu (29/4) malam, meninggal dunia. Hingga kemarin Dinas Kesehatan belum bisa memastikan penyebab kematian Ag, karena belum menerima keterangan resmi dari rumah sakit yang merawat korban. Kepala Dinas Kesehatan dokter gigi Palti Siregar melalui Kabid Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P dan PL) dokter Johari Angkasa dan Kasi P2P Made Jenarka Senin (30/4), menyatakan korban terakhir dirawat di RS Moewardi Solo. ''Untuk sementara yang kami ketahui korban meninggal setelah dirawat di RS Dr Moewardi Solo. Kemudian kami cek dan diketahui pasien memiliki riwayat dan gejala penyakit mirip penderita flu burung. Sebelumnya korban juga dirawat di RS Yakkum, Jumat (27/4),'' kata Johari. Tunggu Laporan Setelah dirawat sebentar di Yakkum korban kemudian dipindah ke RS Moewardi. Untuk memastikan penyebab kematian korban, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Provinsi akan mendatangi tempat tinggal korban di Dusun Muneng, Desa Ledokdawung, Kecamatan Geyer. Selain itu, dinas juga masih menunggu laporan dari RS Moewardi yang hingga kemarin belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kematian korban. ''Dalam surat kematian memang tidak tertera adanya penyebab kematian akibat flu burung. Tetapi, dari keterangan awal diketahui korban sebelumnya merupakan suspect flu burung,'' katanya. Untuk itu, dia berharap laporan mengenai penyebab kematian segera dikirimkan ke dinas untuk menghindari kesimpangsiuran kabar mengenai peristiwa meninggalnya Ag. Kasi P2PL menegaskan, apa pun alasannya saat ini masyarakat diharapkan mewaspadai kemungkinan merebaknya virus flu burung. Khususnya, di daerah yang diketahui ada kejadian unggas mati secara mendadak. (hs-37) |